BREAKING NEWS
Selasa, 03 Februari 2026

Polemik 'New Gaza': Mengapa Indonesia Harus Gabung Board of Peace?

BITV Admin - Sabtu, 31 Januari 2026 11:32 WIB
Polemik 'New Gaza': Mengapa Indonesia Harus Gabung Board of Peace?
Keadaan Gaza baru-baru ini vs konsep 'New Gaza'. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Justru karena ketidakhadiran Palestina secara formal itulah, kehadiran negara-negara sahabat seperti Indonesia di dalam BOP menjadi wajib hukumnya.

Indonesia tidak masuk ke BOP untuk mencari keuntungan, melainkan untuk menjadi "penyambung lidah" dan pelindung kepentingan rakyat Palestina.

Tanpa kehadiran Indonesia atau negara-negara yang pro-Palestina lainnya, siapa yang akan menjamin bahwa dana USD 25 miliar itu benar-benar digunakan untuk membangun rumah rakyat?

Siapa yang akan mengawal agar 'New Gaza' benar-benar menjadi hunian yang layak bagi warga Gaza, bukan kawasan eksklusif yang asing bagi penduduk aslinya?

Istilah 'New Gaza' harus dimaknai sebagai visi pembaruan kualitas hidup. BOP menawarkan skema di mana biaya rekonstruksi dan rehabilitasi ditanggung secara gotong royong global.

Tujuannya adalah memastikan standar hidup yang manusiawi bisa kembali dirasakan oleh warga Gaza secepat mungkin.

Selain mandat konstitusi, ada alasan pragmatis mengapa Indonesia harus maju. Dalam konflik sesengit ini, kepercayaan adalah barang mahal. Faktanya, hingga saat ini hanya pasukan perdamaian dari Indonesia dan Azerbaijan yang diterima oleh kedua belah pihak yang bersengketa.

Menolak keterlibatan dalam BOP atas dasar kecurigaan yang berlebihan sama saja dengan memvonis rakyat Gaza untuk terus menderita. Kita tidak bisa menolong Palestina hanya dengan slogan dan kutukan di media sosial. Bantuan konkret membutuhkan diplomasi yang cerdik, pragmatis, dan berani masuk ke dalam sistem.

Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif menuntut kita untuk mengambil peran sebagai problem solver. Dalam konteks Gaza hari ini, bentuk dukungan paling nyata adalah memastikan mereka memiliki atap untuk bernaung dalam waktu 5 tahun, bukan 200 tahun lagi.

Itulah mengapa Indonesia harus ada di Board of Peace.* (news.detik.com)

*) Penulis adalah Co-Founder ISESS.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jokowi: Saya Akan Bekerja Mati-Matian untuk PSI!
Indomaret Salurkan CSR di Karo, Bupati Tegaskan Pentingnya Peran Dunia Usaha dalam Pembangunan Sosial
Blang Kejeren Bangkit! Gramedia Banda Aceh Salurkan Buku Pengayaan, Anak-Anak Gayo Lues Semangat Belajar Pascabencana
Rakernas PSI Makassar Memanas, Massa Tolak Kedatangan Jokowi: ‘Sulsel Tidak Tunduk Pada Raja Jawa, Adili!’
Raffi Ahmad Hadir di Tapteng, Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor
Peduli Bencana Tapteng, Kwarcab Pramuka Kuansing Salurkan Bantuan Rp50 Juta dan Perlengkapan Sekolah untuk Warga Terdampak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru