BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

Memaknai Langkah Berani Prabowo Redakan Perang

BITV Admin - Senin, 02 Maret 2026 22:08 WIB
Memaknai Langkah Berani Prabowo Redakan Perang
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh: Yakub F. Ismail

DUNIA seolah dibuat tidak percaya setelah Israel dibantu Amerika Serikat (AS) dengan cepat dan tanpa aba-aba langsung menyerang Teheran, ibu kota Iran, yang langsung menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, yakni Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah elite penting lainnya.

Sontak, kabar tersebut mengguncang masyarakat dunia karena kejadiannya yang berlangsung tiba-tiba dan tanpa didahului pemanasan seperti perang-perang pada umumnya.

Baca Juga:

Serangan yang berlangsung sejak Sabtu, 28 Februari 2026 itu pun langsung menggemparkan masyarakat global.

Kecemasan beraduk sedikit ketidakpercayaan memenuhi alam pikiran dan batin sebagian besar orang. Bahkan, hingga kini, masih banyak yang belum percaya jika Imam Khomeini telah meninggal dalam serangan tersebut, meskipun media resmi pemerintah Iran telah mengumumkan itu secara terbuka.

Adapun, eskalasi perang yang cepat dan ancaman disertai meluasnya perang ke kawasan Timur Tengah diprediksi bakal membuat banyak negara memilih bersikap hati-hati, serta cenderung diam.

Namun, apa yang menarik justru di luar dugaan. Di tengah ketegangan itu, Presiden Prabowo Subianto justru mengambil sikap berbeda. Ia menunjukkan sikap empati dan spontan yang mengejutkan.

Dengan cepat ia menyatakan kesiapan untuk bergegas ke Teheran guna membuka ruang mediasi.

Sepintas, langkah ini menimbulkan pro-kontra di masyarakat, tidak hanya masyarakat dalam negeri, melainkan juga di luar negeri.

Sebagian ada yang mencemooh, karena menganggapnya terlalu berani atau bahkan mustahil melerai pertikaian yang melibatkan negara-negara dengan kemampuan militer dan teknologi perang canggih seperti Iran, Israel, dan AS.

Tetapi bagi Prabowo, perdamaian adalah barang mahal dan bukan milik ekslusif sebagian orang. Ia bukan sekadar retorika diplomatik, melainkan panggilan moral.

Baginya, Indonesia sebagai negara besar dengan tradisi politik bebas aktif, memiliki tugas besar dan rasa tanggung jawab untuk ikut dalam menjaga stabilitas global.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polres Nias Selatan Gelar Tes Urine Mendadak, 30 Personel Dinyatakan Negatif Narkoba
Kapolda Aceh Hadiri Rakor Lintas Sektoral, Polri Siapkan 161 Ribu Personel untuk Operasi Ketupat 2026
ICMI Aceh Kutuk Serangan Militer AS-Israel ke Iran, Serukan Perdamaian dan Diplomasi
Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Seluruh Lembaga Negara Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama 3 Hari
Hanya Bertahan Beberapa Bulan, Koperasi Merah Putih Binjai Tutup karena Biaya Operasional Membengkak
Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru