BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Kerja Tak Henti, Hidup Tak Pasti: Paradoks Working Poor di Indonesia

BITV Admin - Selasa, 24 Maret 2026 08:05 WIB
Kerja Tak Henti, Hidup Tak Pasti: Paradoks Working Poor di Indonesia
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sementara motivasi dan kepuasan kerja tumbuh dari rasa keadilan, yaitu ketika apa yang dicurahkan oleh pekerja, baik itu usaha, waktu dan keahlian; seimbang dengan imbalan yang diterima pekerja tersebut, baik gaji, tunjangan, maupun pengakuan.

Namun dewasa ini rasa keadilan di dunia kerja itu kian menjauh. Para pekerja dituntut untuk memberikan kontribusi secara optimal; sementara imbal baliknya tidak sepadan dengan standar hidup yang layak.


Kesenjangan tersebut mengingatkan kita pada kritik ekonom Robert Reich tentang wajah ketimpangan global.

Menurut Reich, persoalan utama tenaga kerja bukanlah kurangnya etos kerja, melainkan kerja keras yang tidak lagi dibayar dengan layak-hard work isn't paying enough.

Dalam perspektif manajemen kinerja, fenomena working poor ini mengindikasikan adanya disfungsi sistemik dalam dunia kerja di masyarakat.

Organisasi cenderung mengukur produktivitas melalui indikator kinerja utama (KPI) yang terstandardisasi, tetapi mengabaikan terpenuhinya hygiene factor-istilah Frederick Herzberg untuk syarat dasar kesejahteraan finansial sebagai prasyarat stabilitas dan keberlanjutan kinerja pekerja.

Ketika seorang pekerja dihadapkan pada keharusan memilih antara membeli kebutuhan dasar keluarga atau membayar ongkos transportasi ke kantor, fokus pekerja itu untuk mencapai target organisasi tentu akan memudar.

Fokus sulit tumbuh subur di dalam hati yang dipenuhi kecemasan. Manajemen kinerja yang hanya menuntut capaian angka tanpa menjamin keamanan psikologis pekerjanya adalah manajemen yang sedang menanam bom waktu.

Alih-alih melahirkan talenta yang berdaya saing, sistem ini justru menciptakan kelas pekerja yang hidupnya serba tidak pasti dan rentan jatuh ke lubang kemiskinan.

Hanya diperlukan satu guncangan seperti sakit mendadak atau keterlambatan gaji, kondisi sosial masyarakat akan rentan.

Mobilitas Semu dan Jerat 'Working Poor'

Fenomena working poor di Indonesia juga mengindikasikan terjadinya stagnasi mobilitas sosial.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Ungkap Alasan Sering Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Luar Negeri: Untuk Ciptakan Lapangan Kerja di Indonesia
Uang Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR Dibatalkan MK, Segini Besaran yang Diterima Sebelumnya
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Tegas Tolak Wacana Pembelajaran Daring Demi Efisiensi Energi: Jangan Mengorbankan Pendidikan
Prabowo: Saya Akan Pertahankan Program MBG, Daripada Uang Dikorupsi
Penambangan Ilegal Berkedok Koperasi di Tapanuli Selatan Jadi Sorotan, GAPERTA Lapor ke Polisi
Mengapa Daging Jadi Hidangan Wajib Lebaran? Ini Sejarah dan Maknanya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru