BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Kerja Tak Henti, Hidup Tak Pasti: Paradoks Working Poor di Indonesia

BITV Admin - Selasa, 24 Maret 2026 08:05 WIB
Kerja Tak Henti, Hidup Tak Pasti: Paradoks Working Poor di Indonesia
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pada masa lalu, pendidikan dan pekerjaan formal dipercaya sebagai tangga untuk meningkatkan status menuju kelas menengah.

Namun, data PwC terbaru merefleksikan hal berbeda. Seorang pekerja yang memiliki pekerjaan tetap tidak secara otomatis aman secara finansial.

Tingginya biaya hunian dan kebutuhan konsumsi rumah tangga di kota-kota besar, misalnya, telah melebihi laju kenaikan gaji. Kondisi ini menjadikan peluang generasi pekerja saat ini untuk menabung dan membangun aset semakin jauh dari genggaman.

Situasi itu diperburuk oleh struktur pasar tenaga kerja yang makin fleksibel namun minim perlindungan. Banyak pekerja terjebak dalam survival mode.

Mereka bekerja bukan untuk membangun masa depan atau berinvestasi pada peningkatan kompetensi; melainkan untuk memastikan dapur tetap menyala hingga akhir bulan.

Minimnya kemampuan untuk menabung ini menciptakan lingkaran setan: tanpa tabungan sebagai dana cadangan, pekerja tidak memiliki waktu untuk mempelajari keterampilan baru, sehingga nilai tawar mereka di pasar kerja stagnan.

Pada akhirnya, kerja keras mereka hanya memperkuat akumulasi keuntungan di tingkat elit, sementara kesejahteraan pekerja tetap jalan di tempat.

Menata Ulang Kontrak Sosial

Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan kontrak sosial baru dalam mengatur relasi antara organisasi dan pekerjanya. Sudah waktunya manajemen talenta bergeser dari mengoptimalkan produktivitas individu menuju penghargaan lebih besar atas proses dan hasil kerja pekerjanya.

Dalam hal ini, di satu pihak organisasi memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk memberikan penghasilan yang layak, bukan hanya sekedar upah minimum.

Penghasilan yang layak seharusnya mencerminkan nominal yang memberikan ruang bagi seorang pekerja untuk hidup bermartabat, memiliki asuransi, dan memiliki sisa pendapatan untuk pengembangan diri.

Di lain pihak, pemerintah pun memiliki fungsi vital untuk memastikan terciptanya keseimbangan dalam sistem tersebut.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Ungkap Alasan Sering Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Luar Negeri: Untuk Ciptakan Lapangan Kerja di Indonesia
Uang Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR Dibatalkan MK, Segini Besaran yang Diterima Sebelumnya
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Tegas Tolak Wacana Pembelajaran Daring Demi Efisiensi Energi: Jangan Mengorbankan Pendidikan
Prabowo: Saya Akan Pertahankan Program MBG, Daripada Uang Dikorupsi
Penambangan Ilegal Berkedok Koperasi di Tapanuli Selatan Jadi Sorotan, GAPERTA Lapor ke Polisi
Mengapa Daging Jadi Hidangan Wajib Lebaran? Ini Sejarah dan Maknanya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru