Presiden pertama Indonesia, Sukarno, berpidato pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung, 1955. (foto: Dok. Arsip Nasional Republik Indonesia via Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Selanjutnya, dalam kerangka Global Value Chain, negara berkembang pada umumnya memasuki pasar global sebagai pemasok komponen (supplier) atau perakit (assembler), sebelum bergerak menuju posisi bernilai tambah lebih tinggi.
Adapun konsep Spillover Effect menjelaskan bahwa interaksi lintas negara memungkinkan terjadinya transfer teknologi, konsumsi, dan perilaku ekonomi, yang menjadi katalis transformasi domestik.
Transformasi ekonomi nasional dalam tulisan ini dirumuskan melalui tiga tahapan utama yang bersifat sekuensial dan saling bergantung.
Tahap pertama, CROSBESO, merupakan fase adaptasi awal melalui interaksi ekonomi lintas batas. Pada tahap ini, aktivitas ekonomi dipengaruhi oleh kedekatan geografis, disparitas harga, dan perbedaan daya beli. Fungsi utamanya adalah memperkenalkan ekonomi domestik pada dinamika pasar eksternal.
Tahap kedua, GLOBESO, merupakan fase integrasi ke dalam sistem ekonomi global. Pada tahap ini, negara mulai terlibat dalam relokasi industri global, arus investasi asing langsung, serta transfer teknologi. GLOBESO berfungsi sebagai pintu masuk ke dalam rantai nilai global.
Tahap ketiga, Hilirisasi, merupakan fase transformasi struktural melalui peningkatan nilai tambah domestik. Dalam terminologi ilmiah, tahap ini mencerminkan proses downstream industrialization dan value chain upgrading, yaitu penguasaan posisi strategis dalam rantai produksi global.
Model CROSBESO-GLOBESO-Hilirisasi dapat dipahami sebagai suatu model integrasi ekonomi berjenjang (sequential economic integration model).
Pada tahap awal, CROSBESO menghasilkan adaptasi pasar melalui spillover regional. Tahap berikutnya, GLOBESO, memungkinkan integrasi industri global melalui transfer teknologi dan investasi. Tahap akhir, hilirisasi, menghasilkan penguasaan nilai tambah domestik yang menjadi fondasi kedaulatan ekonomi.
Model ini menegaskan bahwa transformasi ekonomi bukanlah proses linier sederhana, melainkan suatu proses evolutif yang memerlukan kesinambungan antar tahap.