PSI Sebut Kader NasDem Bakal Merapat, Pengumuman Disiapkan Jadi “Kejutan”
JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan sejumlah kader Partai NasDem akan bergabung dalam waktu dekat. Namun, pengumuman r
POLITIK
YOGYAKARTA -Puluhan aktivis dari Forum Cik Ditiro menggelar aksi damai di depan Gedung Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Sabtu (27/7/2024). Aksi ini berlangsung bertepatan dengan pelaksanaan Konsolidasi Nasional Muhammadiyah yang tengah digelar di kampus tersebut. Para demonstran mengajukan tuntutan kepada Muhammadiyah untuk menolak tawaran konsesi tambang dari pemerintah.
Desakan di Tengah Konsolidasi Nasional
Aksi yang diikuti oleh sekitar 20-an orang ini mencerminkan kekhawatiran mendalam terkait dampak lingkungan dari eksploitasi tambang. Forum Cik Ditiro menyerukan kepada Muhammadiyah agar mempertimbangkan posisi moral dan etika dalam menghadapi tawaran konsesi tambang, yang mereka klaim dapat merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Kepala Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Arif Nurkholis, memberikan respons terhadap tuntutan tersebut. Di tengah hiruk-pikuk konsolidasi nasional Muhammadiyah yang bersifat tertutup, Arif Nurkholis menegaskan bahwa pihaknya akan mendengar aspirasi yang disampaikan oleh para demonstran.
“Prinsipnya semua aspirasi akan didengar,” kata Arif kepada wartawan saat ditemui di lokasi. “Aspirasi tersebut akan kami sampaikan kepada Pimpinan Muhammadiyah dalam konsolidasi nasional.”
Keamanan dan Penjagaan di Lokasi
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa konsolidasi nasional Muhammadiyah digelar dengan pengamanan ketat. Beberapa aparat keamanan, termasuk kepolisian dan Korps Sukarela Muhammadiyah (Kokam), tampak berjaga-jaga di area sekitar Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, tempat berlangsungnya acara.
“Pesertanya PP Muhammadiyah mengundang pimpinan wilayah, 35 pimpinan wilayah,” jelas Arif. Konsolidasi ini bertujuan untuk membahas berbagai isu strategis dan kebijakan internal Muhammadiyah, dan berlangsung dengan pengawasan ketat demi menjaga keamanan dan kelancaran acara.
Tantangan untuk Muhammadiyah
Aksi Forum Cik Ditiro bukan hanya sebuah demonstrasi, tetapi juga sebuah seruan untuk kesadaran sosial dan lingkungan. Dengan adanya konsolidasi nasional Muhammadiyah, aktivis berharap suara mereka dapat memberikan dampak signifikan pada keputusan-keputusan penting yang diambil oleh organisasi besar tersebut.
Demonstrasi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memastikan bahwa organisasi-organisasi besar, seperti Muhammadiyah, mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dalam setiap keputusan strategis yang mereka ambil. Para aktivis menunggu respons resmi dari Muhammadiyah, yang diharapkan dapat memberikan arahan yang jelas terkait posisi mereka terhadap isu konsesi tambang.
(n/014)
JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan sejumlah kader Partai NasDem akan bergabung dalam waktu dekat. Namun, pengumuman r
POLITIK
JAKARTA Rismon Sianipar menantang mantan rekannya, Roy Suryo, untuk berdebat terbuka terkait polemik dugaan ijazah Presiden ke7 RI Joko
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan perlunya perubahan mendasar dalam pola pengawasan internal di Kementerian K
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menghadiri pertemuan Pemerintah Aceh bersama Badan Legislasi DPR RI di Anjong Mon M
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengusulkan agar Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh ditetapkan minimal sebesar 2,5 pers
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menghadiri kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam rangka mendukung Program Makan Bergizi Gr
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara mengenai viralnya siswa SMP di Kota Medan yang nekat menyeberangi pipa di a
PEMERINTAHAN
KALBAR Helikopter jenis Airbus H130 dengan nomor registrasi PKCFX jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis, 16 April
PERISTIWA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen, termasuk surat pernyataan pengunduran diri para kepala Organisasi P
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Puluhan massa yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Eksekutor Aktivis Muda Koordinator Wilayah Sumatera Utara
HUKUM DAN KRIMINAL