Ustad Awaluddin: Tiga Amalan Utama untuk Meraih Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir
MEDAN Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, menjadi momen paling dinanti umat Islam di 10 malam terakhir Ramadan. Mal
AGAMA
BITVONLINE.COM -Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunjuk Gudfan Arif Ghofur, atau yang akrab disapa Gus Gudfan, sebagai penanggung jawab bisnis pertambangan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Keagamaan. Langkah ini dilakukan seiring dengan kebijakan pemerintah yang membuka pintu bagi Ormas Keagamaan untuk mengelola Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK), sebagaimana diatur dalam Pasal 83A Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2024.
Gus Yahya, Ketua PBNU, mengungkapkan bahwa PBNU telah mendirikan sebuah perusahaan terkait dengan bisnis pertambangan, dengan Gudfan Arif Ghofur ditunjuk sebagai penanggung jawab utamanya. Gus Gudfan, yang juga merupakan salah satu dari sembilan Bendahara PBNU saat ini, memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan telah aktif dalam berbagai posisi pengurus di NU.
Sebelumnya, Gus Gudfan telah mengemban berbagai tanggung jawab di NU, termasuk sebagai Plt Bendahara Umum PBNU pada 10 Agustus 2022, menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Mardani H. Maming. Latar belakang Gus Gudfan sebagai putra dari seorang pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, menambah dimensi spiritual dalam kiprahnya di organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.
Di samping kesibukannya dalam NU, Gus Gudfan juga merupakan seorang pengusaha yang sukses. Dengan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Darul Ulum Jombang, ia telah menjalankan bisnisnya sejak tahun 2003. Berbagai perusahaan yang dipimpinnya tersebar di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Surabaya, Bali, Semarang, dan Cilegon, dengan fokus pada sektor minyak dan gas, petrokimia, informasi dan telekomunikasi (IT), serta pertambangan batu bara.
Pengalaman dan keberhasilan Gus Gudfan dalam dunia bisnis menjadikannya sosok yang diandalkan dalam mengemban tanggung jawab baru sebagai penanggung jawab bisnis pertambangan NU. Langkah ini juga menunjukkan upaya NU dalam memanfaatkan potensi dan keahlian internal untuk memperluas cakupan aktivitasnya, sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.
Dengan demikian, penunjukan Gus Gudfan sebagai penanggung jawab bisnis pertambangan NU menggambarkan sinergi antara keahlian di bidang bisnis dan komitmen spiritual dalam menjalankan amanah organisasi keagamaan, sekaligus menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda NU yang berkeinginan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
(N/014)
MEDAN Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, menjadi momen paling dinanti umat Islam di 10 malam terakhir Ramadan. Mal
AGAMA
LEMBAR, NTB Upaya penyelundupan rokok ilegal tanpa pita cukai digagalkan jajaran TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Mata
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gugatan yang dilayangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap PT Toba Pulp Lestari (TPL) terkait dugaan penyebab bencana ba
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Rejang Lebong,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah resmi melarang anakanak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial. Kebijakan ini mendapat dukungan dari para psi
KESEHATAN
JAKARTA Senator Amerika Serikat Lindsey Graham mendorong Arab Saudi untuk ikut bergabung dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran. Pe
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memimpin peringatan Nuzulul Qur&039an tingkat nasional tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Komplek
PEMERINTAHAN
BATU BARA, 10 Maret 2026 Persoalan pintu air irigasi di Desa Sei Mataram, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara yang sempat viral
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor, melakukan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Ut
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menjelang musim mudik Lebaran 1447 H/2026 M, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurt
NASIONAL