Selain itu, analisis kimia menunjukkan bahwa kuning telur yang dimasak dengan metode ini mengandung lebih banyak polifenol, sebuah zat gizi mikro yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan sel dan peradangan, serta berpotensi mengurangi risiko penyakit.
Meski metode ini terbukti efektif, ahli gizi Jessica Cording mengatakan bahwa meskipun memasak telur dengan cara biasa tetap mengandung banyak nutrisi, cara memasak yang lebih cermat dapat membantu mempertahankan lebih banyak polifenol dan nutrisi penting lainnya.
Metode memasak ini, meskipun lebih rumit, memberikan harapan baru untuk cara-cara lebih sehat dalam memasak telur yang bisa dinikmati banyak orang.