Sementara untuk rute Medan–Yogyakarta, tarif tiket mencapai Rp2 juta hingga Rp2,1 juta per penumpang.
Warga Medan, Suci, mengaku memilih menahan diri untuk bepergian ke luar kota karena mahalnya harga tiket domestik. Ia bahkan lebih memilih berwisata ke luar negeri karena dianggap lebih hemat.
"Harga tiket pesawat mahal, jadi sayang kalau ke Yogya. Pulang-pergi saja bisa sampai Rp5 juta. Kalau ke Kuala Lumpur, dengan biaya segitu sudah bisa termasuk hotel dan jalan-jalan," ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sumut, Wilson Halim, menilai tingginya harga tiket domestik menjadi salah satu alasan masyarakat lebih tertarik memilih penerbangan mancanegara.
"Rute mancanegara masih lebih diminati karena masalah harga tiket yang relatif lebih terjangkau dibanding rute domestik," jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Bandara Kualanamu selama September 2025 tercatat sebanyak 173.352 orang.
Angka ini turun 6,63 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 185.670 orang.Secara kumulatif, jumlah penumpang yang berangkat pada Januari–September 2025 tercatat 1.718.184 orang, turun 3,82 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 1.786.501 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang domestik yang datang ke Sumatera Utara pada September 2025 mencapai 173.054 orang, atau turun 3,91 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 180.105 orang.
Secara kumulatif, penumpang domestik yang datang pada Januari–September 2025 juga turun 5,92 persen, dari 1.793.098 orang pada tahun 2024 menjadi 1.686.959 orang pada 2025.
Penurunan jumlah penumpang ini menunjukkan bahwa mahalnya tiket pesawat domestik masih menjadi hambatan utama mobilitas masyarakat di dalam negeri, khususnya di Sumatera Utara.*