Pelataran Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dipenuhi ribuan warga dan wisatawan, baik lokal maupun dari luar Aceh, menjelang waktu berbuka puasa pada Minggu (1/3/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Suwito, pengunjung asal Aceh Tamiang, mengatakan, "Berbuka puasa dan menunaikan solat berjamaah di Mesjid kebanggaan warga Aceh merupakan keharusan setiap kali berkunjung ke Banda Aceh."
Keluarga Suwito rutin datang setiap tahun untuk berbuka, solat Magrib berjamaah, dan solat Tarawih sebelum kembali ke Kuala Simpang.
Selain sebagai tempat ibadah, Mesjid Raya Baiturrahman memiliki nilai sejarah tinggi.
Tgk Muzakkir, salah seorang jamaah tetap, menjelaskan mesjid ini pernah dibakar Belanda dan dibangun kembali.
Lokasinya juga menjadi saksi gugurnya seorang jenderal Belanda sebelum pelataran mesjid dibangun, di sisi kiri dahulu terdapat pohon ketapang sebagai saksi hidup sejarah itu.
"Mesjid Raya Baiturrahman bukan hanya tempat ibadah, tapi juga destinasi wisata religi. Setiap sore, ribuan pengunjung datang berkumpul dengan keluarga sambil menunggu berbuka puasa dan solat Magrib berjamaah," ujarnya.
Fenomena ramainya pengunjung ini menunjukkan tradisi masyarakat Aceh yang kuat dalam menjalankan ibadah sekaligus melestarikan nilai sejarah dan budaya lokal.*