BREAKING NEWS
Senin, 10 Agustus 2026

Liburan ke Berastagi? Coba Jalur Alternatif Ini Agar Perjalanan Lebih Cepat

Adelia Syafitri - Minggu, 14 Juni 2026 08:24 WIB
Liburan ke Berastagi? Coba Jalur Alternatif Ini Agar Perjalanan Lebih Cepat
Salah satu rute menuju Berastagi, Kabupaten Karo. (foto: wisatalangit_/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Perjalanan menuju Berastagi, Kabupaten Karo, masih menjadi salah satu rute wisata paling padat di Sumatera Utara.

Kawasan dataran tinggi yang dikenal dengan udara sejuk dan panorama pegunungan itu menjadi tujuan favorit wisatawan dari Kota Medan, terutama saat akhir pekan dan musim libur.

Namun, tingginya volume kendaraan di jalur utama Medan–Berastagi kerap memicu kemacetan panjang.

Baca Juga:

Titik kepadatan lalu lintas umumnya terjadi di kawasan Pancur Batu, Sembahe, Sibolangit, hingga Doulu.

Jalur utama yang selama ini digunakan pengendara melewati Jalan Letjen Jamin Ginting dengan rute Medan–Pancur Batu–Sembahe–Bandar Baru–Sibolangit–Doulu–Berastagi.

Dengan jarak sekitar 64 kilometer, perjalanan normal dapat ditempuh dalam waktu 2 hingga 2,5 jam

. Namun saat akhir pekan, waktu tempuh bisa meningkat menjadi 4 sampai 5 jam.

Kemacetan dipicu oleh aktivitas pasar tradisional, meningkatnya kendaraan wisata, lalu lintas truk bertonase besar, serta kondisi jalan yang sempit dan berkelok di kawasan perbukitan.

Untuk menghindari kepadatan tersebut, sejumlah jalur alternatif kini menjadi pilihan pengendara.

Jalur Delitua–Namorambe–Kutalimbaru

Rute ini menjadi salah satu alternatif favorit karena mampu menghindari kemacetan di Pancur Batu.

Pengendara dapat melintas dari Medan menuju Delitua, Namorambe, Kutalimbaru, lalu terhubung kembali ke Bandar Baru sebelum menuju Berastagi.


Jarak perjalanan sekitar 75 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 2,5 hingga 3 jam.

Selain lalu lintas yang relatif lebih lengang, jalur ini menawarkan panorama pedesaan, area persawahan, dan perbukitan yang masih asri.

Meski demikian, pengendara perlu berhati-hati karena terdapat sejumlah tikungan tajam dan tanjakan di sekitar Kutalimbaru, terutama saat musim hujan.

Jalur Patumbak–Namorambe

Alternatif berikutnya adalah melalui Patumbak, Delitua, dan Namorambe sebelum menuju Bandar Baru dan Berastagi.

Jalur ini memiliki panjang sekitar 70 kilometer dengan waktu tempuh berkisar 2,5 hingga 3 jam.

Keunggulan utama rute ini adalah lalu lintas yang lebih sepi dibanding jalur utama serta minim kendaraan berat.

Kondisi jalan umumnya cukup baik, meskipun terdapat beberapa titik dengan permukaan bergelombang.

Rute ini dinilai cocok bagi wisatawan yang mengutamakan kenyamanan perjalanan bersama keluarga.

Jalur Sibiru-biru–Talun Kenas

Pilihan lain yang mulai diminati adalah jalur Sibiru-biru menuju Talun Kenas dan Bandar Baru.

Perbaikan infrastruktur jalan dalam beberapa tahun terakhir membuat akses ini semakin layak digunakan.

Jarak tempuh sekitar 80 kilometer dengan waktu perjalanan rata-rata tiga jam.

Jalur ini menawarkan suasana yang lebih tenang karena melintasi kawasan perkebunan, hutan pinus, dan perbukitan.

Meski demikian, pengendara tetap perlu waspada terhadap tikungan tajam serta tanjakan yang cukup curam di beberapa segmen jalan.

Alternatif Saat Perjalanan Pulang

Bagi wisatawan yang kembali dari Berastagi menuju Medan, jalur Kabanjahe–Tiganderket–Kutabuluh dapat menjadi pilihan untuk menghindari kepadatan di Jalan Jamin Ginting.

Rute ini melintasi kawasan pedesaan Kabupaten Karo dengan panorama alam yang masih alami.

Total jarak perjalanan mencapai sekitar 90 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam.

Meski lebih jauh, jalur tersebut menawarkan pengalaman berkendara yang lebih santai dengan tingkat kepadatan kendaraan yang relatif rendah.

Pilih Jalur Sesuai Kebutuhan

Setiap jalur alternatif memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pengendara yang mengutamakan kecepatan dapat memilih rute melalui Namorambe dan Kutalimbaru, sedangkan wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam dapat mempertimbangkan jalur Sibiru-biru atau Tiganderket.

Memantau kondisi lalu lintas sebelum berangkat juga menjadi langkah penting agar perjalanan menuju Berastagi tetap nyaman dan efisien, terutama pada akhir pekan, libur nasional, maupun musim liburan sekolah.*


(tvl/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jadwal KM Kelud Juni 2026 Resmi Dirilis, Cek Rute Belawan-Batam-Jakarta dan Harga Tiket Terbaru!
Tantang Duel Polisi Usai Kepergok Curi Kabel Lampu Jalan di Siang Hari, Dua Pria di Medan Ditangkap Brimob
Medan Siap Gelar Rakernas APEKSI dan HUT ke-436, Pemko Ajak Pelaku Usaha dan Warga Bersinergi
Viral Pungutan Berlapis di Wisata Sidebuk-debuk Karo, Bobby Nasution: Kalau Pemkab Tak Bisa, Biar Kami yang Selesaikan!
Rico Waas Gerak Cepat Tindak Keluhan Warga Medan Johor, Dari Banjir hingga BPJS Tidak Aktif
Kurir Perempuan Antar 9 Kg Sabu ke Medan Digagalkan, Upah Rp22 Juta Terungkap
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru