Kapolri Terima Gelar Kehormatan Tapak Suci di Semarang, Diminta Jadi Cooling System Masyarakat
SEMARANG Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu
NASIONAL
BAHRAIN -Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menjadi sorotan setelah pertandingan dramatis melawan Bahrain pada Kamis (10/10) malam WIB. Dalam laga yang berakhir dengan skor imbang 2-2 itu, emosi Shin terpancar jelas, terutama terkait keputusan wasit yang dinilai kontroversial.
Bahrain membuka skor lebih dulu melalui gol free kick Mohamed Marhoon di menit ke-15. Namun, Indonesia bangkit dengan gol-gol dari Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick, sebelum Marhoon mencetak gol keduanya di menit akhir, yang memicu kemarahan Shin dan timnya.
Pasca pertandingan, Shin mengungkapkan kekecewaannya terhadap wasit Ahmed Al Kaf. Dia menilai keputusan-keputusan yang diambil wasit sangat merugikan Timnas Indonesia. “Keputusan wasit itu memalukan. Jika AFC ingin lebih baik, maka wasit juga harus bisa memutuskan dengan baik,” tegas Shin dalam konferensi pers yang disiarkan oleh PSSI TV.
Shin merujuk pada gol penyeimbang Marhoon yang tercatat di menit ke-90+9, sementara tambahan waktu yang seharusnya hanya enam menit. “Jika Anda menonton pertandingan ini, Anda akan paham mengapa semua pemain kami marah. Semua keputusan wasit bias, dan semua pemain Bahrain meminta free kick setiap kali kami melakukan pelanggaran,” jelasnya.
Momen emosional juga terlihat ketika Shin meninggalkan ruang konferensi pers. Seorang panitia pertandingan dari Bahrain mencoba mengulurkan tangan untuk bersalaman, namun Shin dengan cepat menarik tangannya menjauh. Tindakan ini viral di media sosial, memicu berbagai reaksi dari para penggemar yang merasa bahwa Shin berhak merasa dirugikan.
Dukungan terhadap Shin Tae-yong dan skuad Garuda mengalir dari para fans, yang menganggap tindakan wasit sebagai bentuk ketidakadilan yang jelas. Mereka merasa bahwa keberanian Shin untuk menyoroti masalah ini patut diapresiasi, terutama di tengah situasi yang memanas pasca pertandingan.
Kedepannya, Shin dan Timnas Indonesia harus segera bangkit, dengan fokus pada pertandingan mendatang. Mereka akan menghadapi tantangan berat dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana setiap poin sangat berarti untuk melanjutkan langkah di kompetisi ini. Sementara itu, suara dari komunitas sepakbola Indonesia tampaknya semakin keras dalam menyerukan perlunya evaluasi terhadap standar officiating dalam pertandingan internasional.
(N/014)
SEMARANG Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai manfaat hilirisasi perlu dirasakan lebih adil oleh daerah pengh
EKONOMI
JAKARTA Polda Metro Jaya menegaskan bahwa dari 996 senjata yang ditemukan di ruang Ketua Yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, J
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah
EKONOMI
PANGKALPINANG Persoalan pemberitaan mengenai tin slag yang melibatkan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT BBBS) memasuki babak baru. D
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyoroti kasus kematian W (30), mantan istri anggota Polri di Medan, yang disebut meninggal ka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti maraknya konten hoaks aksi demonstrasi di media sosial yang dis
POLITIK
JAKARTA Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat menyebutkan korban yang berhasil diselamatkan dalam
PERISTIWA
JAKARTA Sosiolog dari Universitas Syiah Kuala Aceh, Ahmad Humam Hamid, menyampaikan harapannya usai Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabum
POLITIK
JAKARTA Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dikerahkan untuk mendalami penyebab kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapat
PERISTIWA