BREAKING NEWS
Jumat, 22 Mei 2026

Pengacara Keluarga Dokter Aulia Risma Tuntut Hukuman Mati untuk Semua Pelaku dan Pembiaran Kasus Bullying

BITVonline.com - Jumat, 06 September 2024 06:36 WIB
Pengacara Keluarga Dokter Aulia Risma Tuntut Hukuman Mati untuk Semua Pelaku dan Pembiaran Kasus Bullying
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JATENG -Keluarga almarhumah dokter Aulia Risma yang meninggal dunia dalam kondisi tragis setelah mengalami perundungan berat selama masa perkuliahannya, kini mendapat sorotan publik yang luas. Misyal Ahmad, pengacara keluarga Risma, dengan tegas menyatakan bahwa pelaku perundungan harus mendapatkan hukuman setimpal, bahkan bila perlu hukuman mati. Pernyataan tersebut disampaikan saat Misyal memberikan keterangan kepada media di Polda Jateng, Kamis (5/9).

Menurut Misyal, apa yang dialami oleh dokter Aulia Risma selama masa perkuliahannya adalah bentuk kekejaman yang sangat ekstrem dan tidak manusiawi. Ia juga menyayangkan sikap pihak kampus yang dinilai melakukan pembiaran terhadap tindakan perundungan yang terjadi. “Saya keinginannya kalau bisa dihukum mati semuanya yang membiarkan hal ini. Enggak bagus loh kalau dibiarkan seperti ini. Tidak benar ini pembiaran. Ibunya, bapaknya, sudah mengiba, melaporkan sampai ada peristiwa ini,” tegas Misyal.

Pengacara ini menjelaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan berbagai bukti yang mendukung dugaan perundungan terhadap almarhumah Aulia Risma kepada pihak kepolisian. Bukti-bukti tersebut termasuk riwayat chat korban, buku rekening, dan rekaman suara (voice note) yang memperlihatkan adanya indikasi perundungan. “Ini kan dari ponsel almarhum ada tiga, dari situ kita gali ada komunikasi-komunikasi, voice note, ada lewat situ,” ungkap Misyal.

Polda Jateng saat ini tengah melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap kasus ini. Menurut informasi dari Polda Jateng, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari keluarga almarhumah, yaitu ibunda dan adik kandung Aulia Risma, untuk melengkapi laporan dan bukti-bukti yang telah diserahkan. “Ya, (pemeriksaan) tambahan, menyempurnakan laporan yang kemarin. Bukti-buktinya juga sudah kita kasih, saksinya juga sudah kita kasih tahu. Cuma karena ini proses pemeriksaan awal, ya kita tidak bisa terlalu terbuka,” ujar perwakilan Polda Jateng.

Misyal menegaskan bahwa laporan ini penting agar penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh. Ia juga memperingatkan bahwa mungkin saja ada banyak pelaku yang terlibat dalam kasus ini. “Ini kita melaporkan supaya polisi bisa bekerja ke mana pun, kita tidak tahu ke mana pun itu nanti. Makanya kita belum bisa mengungkap, menyebut nama. Bisa tersangkanya puluhan, bisa satu, belum tahu,” kata Misyal.

Kasus ini memicu gelombang dukungan dari masyarakat yang menuntut keadilan bagi dokter Aulia Risma dan mengecam tindakan perundungan serta pembiaran yang terjadi. Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera memberikan kejelasan dan hukuman yang setimpal bagi para pelaku serta pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam pembiaran peristiwa tersebut.

Penyidikan ini menjadi perhatian khusus karena melibatkan berbagai aspek, termasuk dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan berat lainnya. Polda Jateng diharapkan dapat melakukan investigasi secara menyeluruh dan mengungkap seluruh fakta di balik tragedi ini.(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru