BREAKING NEWS
Jumat, 13 Maret 2026

Dinkes DKI Jakarta Laporkan 59 Kasus Mpox, Upaya Pencegahan dan Vaksinasi Terus Ditingkatkan

BITVonline.com - Jumat, 30 Agustus 2024 08:20 WIB
Dinkes DKI Jakarta Laporkan 59 Kasus Mpox, Upaya Pencegahan dan Vaksinasi Terus Ditingkatkan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2023 hingga 19 Agustus 2024, terdapat 59 kasus monkeypox (Mpox) yang terkonfirmasi di sejumlah wilayah ibu kota. Angka ini menyoroti pentingnya langkah-langkah pencegahan dan upaya vaksinasi dalam menghadapi penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa data terbaru menunjukkan total 59 kasus Mpox di Jakarta dalam periode tersebut. “Menurut data yang diperoleh, total ada 59 kasus terkonfirmasi Mpox di wilayah DKI Jakarta periode 13 Oktober 2023 hingga 19 Agustus 2024,” kata Ani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/8/2024).

Dalam rincian untuk tahun 2024, Ani mencatat sebanyak 11 kasus Mpox yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Ciracas, Grogol Petamburan, Jatinegara, Kebon Jeruk, Matraman, Pasar Minggu, Tanah Abang, dan Tanjung Priok. Seluruh kasus ini melibatkan individu berusia antara 21 hingga 50 tahun. Rinciannya adalah sebagai berikut: enam kasus tercatat pada Januari 2024, tiga kasus pada Februari 2024, dan masing-masing satu kasus terjadi pada bulan Mei dan Juni 2024, meskipun kedua kasus terakhir ini terjadi di luar Jakarta.

Upaya pencegahan dan penanggulangan Mpox menjadi prioritas utama Dinkes DKI. Berbagai langkah telah diambil, termasuk promosi kesehatan terkait pencegahan dan penularan Mpox, pelaporan penemuan kasus melalui rumah sakit dan puskesmas, serta studi kasus kontrol untuk memberikan rekomendasi penanganan yang lebih efektif.

Dari hasil studi, kelompok rentan terhadap Mpox telah diidentifikasi, yaitu laki-laki berusia 20-40 tahun yang bekerja di luar rumah, memiliki orientasi seksual homoseksual dan biseksual, serta penderita HIV atau infeksi menular seksual (IMS). Kelompok ini menjadi sasaran utama dalam program edukasi dan promosi kesehatan untuk mencegah penyebaran Mpox.

Ani juga mengungkapkan bahwa program vaksinasi Mpox yang dilakukan pada tahun 2023 telah menjangkau 495 orang dari populasi kunci atau kelompok risiko tinggi. “Hingga saat ini, sebanyak 495 orang telah menerima dosis pertama vaksin, sementara 430 orang telah menerima dosis kedua. Masih tersisa 42 vial vaksin yang akan digunakan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Untuk memberikan gambaran klinis, Ani menjelaskan bahwa pasien Mpox pada wabah 2022 dan 2023 merasakan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kelelahan tubuh, disertai ruam atau lesi berupa lenting atau gelembung kecil keputihan dengan bagian tengah yang berwarna gelap.

“Dengan langkah-langkah yang terus dilakukan, diharapkan kasus Mpox di Jakarta dapat diminimalisasi dan masyarakat tetap waspada serta berperan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit ini,” tambah Ani.

Peningkatan kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat menjadi kunci untuk mengendalikan penyebaran Mpox di Jakarta. Dinkes DKI Jakarta terus berkomitmen untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mengurangi dampak dari wabah ini melalui berbagai program dan inisiatif.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru