3 Pemain Berdarah Medan Ikut Bawa Timnas Indonesia Raih Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026
MEDAN Euforia menyelimuti masyarakat Indonesia setelah Tim Nasional Indonesia berhasil meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Di balik
OLAHRAGA
Jakarta – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memaparkan situasi kesehatan di Indonesia saat ini dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang berlangsung di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2025). Budi, yang akrab disapa BGS, menyampaikan berbagai tantangan kesehatan yang membebani masyarakat di setiap tahap kehidupan. Berdasarkan data yang disampaikan BGS, berikut perincian masalah kesehatan:
Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah:
Stunting: 21,5%
Anak Sekolah dan Remaja:
Anemia: 15,6%
Gangguan Jiwa: 34,9%
Dewasa dan Lansia:
Obesitas: 23,4%
Hipertensi: 30,8%
Penyakit Gula (Diabetes): 24,3%
Namun, BGS mengungkapkan bahwa baru 39,8% penduduk yang telah menjalani skrining penyakit tidak menular, sementara 60,2% lainnya belum melakukan pemeriksaan. Data Masyarakat Usia di Atas 20 Tahun yang Belum Melakukan Pemeriksaan:
80,82% tidak pernah mengukur lingkar perut
62,6% tidak pernah memeriksa gula darah
61,6% tidak memeriksa kolesterol
36,61% tidak memantau berat badan
32,6% tidak mengukur tekanan darah
Menurut BGS, rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menjadi penyebab utama banyaknya masyarakat yang meninggal di usia muda. “Sebanyak 62,6% masyarakat kita tidak pernah memeriksa gula darah. Gula darah yang tinggi dalam waktu singkat mungkin tidak berbahaya, tetapi dampaknya bisa merusak mata, ginjal, hingga menyebabkan stroke, jantung, dan akhirnya wafat. Gula lebih berbahaya daripada rokok,” jelas BGS.
BGS juga menyoroti tingginya angka kematian akibat stroke dan penyakit jantung yang terkait dengan kolesterol tinggi. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin dan pengobatan yang tersedia secara gratis di puskesmas. “Kolesterol dapat dikendalikan dengan perubahan pola makan, olahraga, dan obat. Yang penting, jangan takut diperiksa darahnya,” ujarnya.
Lebih jauh, BGS menekankan perlunya perubahan paradigma dalam budaya kesehatan masyarakat Indonesia. “Jangan hanya datang ke dokter saat sakit. Sebaliknya, datanglah untuk menjaga agar tetap sehat,” katanya, menegaskan pentingnya pencegahan dibandingkan pengobatan. Melalui pesan tersebut, BGS berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining kesehatan dapat meningkat, sehingga beban penyakit tidak menular dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik.
(christie)
MEDAN Euforia menyelimuti masyarakat Indonesia setelah Tim Nasional Indonesia berhasil meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Di balik
OLAHRAGA
JAKARTA Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyarankan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya setelah Ma
POLITIK
MEDAN Tiga mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Sumatera Utara yang sebelumnya diperiksa Kejaksaan Agung terkait dugaan pungutan l
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sejumlah wilayah di Sumatera Utara kembali diguncang gempa bumi. Gempa tercatat terjadi di Nias Utara, Nias Barat, dan Padangsidim
PERISTIWA
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan gugatan sengketa syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan dan sekitarnya akan terdampak pemeliharaan jaringan listrik PLN pada Rabu, 7 Oktober 2026.Pemelihar
PERISTIWA
DELI SERDANG Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyambut kedatangan Kapolda Sumut yang baru, Irjen Pol Sonny Irawan,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas akan menerima penabalan marga dari keluarga besar masyarakat Karo. Bagi Rico, pemberian m
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik program Jaksa Sahabat Pendidik. Program tersebut dinilai menjadi langkah p
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak Garda Pemuda NasDem Medan tidak hanya berkumpul dan menjalankan kegiatan organis
PEMERINTAHAN