RUU Perampasan Aset: Komisi III DPR Mulai Penyusunan Naskah Akademik
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset.
POLITIK
KUPANG — Yohanes Ande Kalla, yang lebih dikenal dengan nama Joni, dikenal luas karena aksi heroiknya memanjat tiang untuk memastikan bendera merah putih berkibar dengan megah pada perayaan kemerdekaan. Namun, kali ini Joni menghadapi tantangan berbeda dalam perjuangannya untuk bergabung dengan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (TNI). Sayangnya, ia gagal lolos tes TNI karena masalah tinggi badan yang kurang memenuhi syarat.
Dalam wawancara yang diadakan di Markas Korem 161/Wirasakti, Kupang, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes mengungkapkan bahwa tinggi badan Joni tercatat 155,8 sentimeter, sementara syarat minimal untuk lolos tes TNI adalah 163 sentimeter. Hal ini membuat Joni gagal dalam seleksi meskipun usahanya telah mendapat apresiasi tinggi.
“Ada terapi yang akan diberikan, saya sudah tanya-tanya dan bisa untuk meningkatkan tinggi badan, nanti akan kita terapkan ke Joni,” ujar Brigjen Joao. Pihaknya berkomitmen untuk membantu Joni mempersiapkan diri mengikuti tes TNI kembali, dan mengarahkan langkah-langkah yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.
Brigjen Joao menjelaskan bahwa selain tes Bintara, terdapat beberapa jalur lain yang bisa diambil oleh Joni untuk bergabung dengan TNI, termasuk Tamtama dan Wamil. “Kalau Joni masih belum memenuhi syarat tinggi badan untuk Bintara, kita akan mempersiapkan dia untuk mengikuti tes di Universitas Pertahanan Atambua. Nanti akan kita arahkan sesuai dengan jalur yang ada,” kata Joao.
Selain itu, Joni akan diberikan kesempatan untuk mengikuti tes khusus untuk kejuruan atau keahlian yang akan diadakan pada akhir Agustus 2024. Dengan opsi tersebut, Joni memiliki peluang untuk memenuhi syarat yang diperlukan untuk bergabung dengan TNI melalui jalur alternatif.
Meskipun menghadapi kendala, semangat Joni untuk menjadi bagian dari TNI tidak luntur. Joni mengaku akan mempersiapkan diri lebih baik untuk mengikuti tes masuk berikutnya. “Saya yang penting menjadi tentara. Nanti saya akan mempersiapkan diri lebih baik lagi sebagai persiapan untuk tes masuk nanti,” ungkap Joni dengan penuh tekad.
Komitmen Joni untuk memenuhi syarat dan memanfaatkan kesempatan yang ada menunjukkan dedikasinya yang kuat. Dukungan dari pihak Korem dan berbagai opsi yang diberikan membuka jalan bagi Joni untuk mengejar impiannya, meskipun harus menghadapi beberapa rintangan.
(K/09)
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset.
POLITIK
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya untuk memperkuat regulasi dan perlindungan terhadap sopir transportasi konv
PEMERINTAHAN
BATAM Fandi Ramadhan, Anak Buah Kapal (ABK) asal Belawan, Medan, yang menjadi terdakwa dalam kasus penyelundupan 2 ton sabu, membacakan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, memastikan industri otomotif nasional telah memiliki kapasitas untuk memprodu
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan bahwa pihaknya membuka kemungkinan untuk mengundang partai
POLITIK
MANDAILING NATAL Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Warung Kopi Madina menggelar acara syukuran sekaligus buka puasa bersama masyarak
NASIONAL
DENPASAR Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait penambahan 3.000 hingga 10.000 unit ta
PEMERINTAHAN
BATUBARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menegaskan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan antara pemerint
PEMERINTAHAN
DENPASAR Dugaan tindak pidana penipuan melalui media elektronik terkait event lari bertajuk Multikultural Run resmi dilaporkan ke Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNG BALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri acara pemberian santunan anak Yatim sekaligus peresmian The Yat
PENDIDIKAN