BREAKING NEWS
Jumat, 03 April 2026

Jokowi Resmikan Pabrik Bahan Anoda Baterai Lithium, Terobosan Indonesia Menuju Ekosistem Kendaraan Listrik

BITVonline.com - Rabu, 07 Agustus 2024 04:01 WIB
Jokowi Resmikan Pabrik Bahan Anoda Baterai Lithium, Terobosan Indonesia Menuju Ekosistem Kendaraan Listrik
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KENDAL  — Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan Pabrik Bahan Anoda Baterai Lithium PT Indonesia BTR New Energy Material di Kendal, Jawa Tengah. Pabrik ini merupakan salah satu langkah penting dalam mewujudkan ambisi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global. Jokowi memuji kecepatan pembangunan pabrik yang hanya memakan waktu 10 bulan sejak penandatanganan kesepakatan di Beijing.

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan kekagumannya terhadap kecepatan pembangunan pabrik tersebut. “Saya sangat menghargai kecepatan pembangunan pabrik ini. Baru 10 bulan yang lalu kita tanda tangan di Beijing, tau-tau pabriknya sudah jadi,” kata Jokowi, seperti yang dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (7/8/2024).

Presiden menekankan bahwa kecepatan dalam menindaklanjuti rencana pembangunan seperti ini menunjukkan kemajuan dan efisiensi negara. “Ini yang namanya kecepatan, dan negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Kita sekarang sudah jadi negara yang cepat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Jokowi juga membahas visi besar Indonesia dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Ia menceritakan perjalanan awal kebijakan yang kontroversial mengenai larangan ekspor bahan baku nikel pada tahun 2020. Kebijakan tersebut sempat menuai pro kontra, terutama karena dampak awal yang dirasakan, yaitu kehilangan potensi pendapatan sekitar 1,5 miliar USD atau sekitar 20 triliun rupiah.

Namun, Jokowi tetap optimis dan meyakini bahwa kebijakan tersebut akan membawa keuntungan jangka panjang. “Saya saat itu meyakini nilai tambah kalau kita stop akan melompat naik, seperti tadi dikatakan Pak Menko Luhut Binsar Pandjaitan, sekarang sudah 34 miliar USD nilai dari ekspor nikel kita,” jelas Jokowi.

Ia menambahkan bahwa nilai ekspor nikel Indonesia mengalami lonjakan signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp 33 triliun menjadi sekitar Rp 510 triliun. “Lompatan sangat besar sekali,” tambahnya.

Pabrik bahan anoda baterai lithium ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global untuk kendaraan listrik, tetapi juga mempercepat transisi negara menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan. Jokowi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pabrik ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas di Indonesia.

Keberadaan pabrik ini juga akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal dan nasional, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kapasitas produksi bahan-bahan penting untuk industri kendaraan listrik.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru