Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bener Meriah Salurkan Bantuan Sosial dan Santunan Anak Yatim
BENER MERIAH Polres Bener Meriah menyalurkan bantuan sosial berupa 50 paket sembako serta santunan kepada anak yatim dalam rangka menyam
NASIONAL
BANDUNG — Partai Golkar Jawa Barat secara resmi mengumumkan dukungannya untuk mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jawa Barat 2024. Keputusan ini menandai langkah strategis partai yang dikenal dengan simbol pohon beringin, dan menegaskan keseriusan Golkar dalam menghadapi pemilihan mendatang.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, TB Ace Hasan Syadzily, mengungkapkan rasa hormat dan dukungan penuh terhadap keputusan partainya. Menurut Ace, penunjukan Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur merupakan hasil dari proses pertimbangan dan kajian yang mendalam oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
“Bagi Partai Golkar Jawa Barat, keputusan untuk mengusung Kang Dedi Mulyadi merupakan keputusan organisasi yang harus kami patuhi,” ujar Ace saat dihubungi, Sabtu (3/8/2024). Ace menambahkan bahwa pemilihan Dedi Mulyadi tidak hanya didasarkan pada hubungan politik semata, melainkan juga pada pertimbangan strategis dan kekuatan tokoh tersebut di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi, yang sebelumnya dikenal sebagai kader Golkar sebelum berkiprah di Partai Gerindra, dipilih setelah melalui berbagai kajian yang dilakukan oleh DPP Golkar. Ace menegaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari evaluasi mendalam dan pertimbangan matang dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
“Keputusan tersebut tentu melalui pertimbangan dan kajian yang mendalam dari Ketua Umum DPP Partai Golkar,” jelas Ace. “Apalagi Kang Dedi Mulyadi kan juga bagi Partai Golkar Jawa Barat bukan siapa-siapa. Beliau dibesarkan di bawah naungan pohon beringin dan sekarang berkiprah di Partai Gerindra.”
Penunjukan Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jabar diumumkan setelah pertemuan antara utusan Ketum Partai Golkar, Singgih Januratmoko, dan Dedi Mulyadi pada Jumat malam (2/8/2024). Keputusan ini menggarisbawahi komitmen Partai Golkar untuk mencalonkan tokoh yang telah terbukti berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang kuat di arena politik Jawa Barat.
Dedi Mulyadi, yang menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode, dikenal dengan berbagai program pembangunan dan kepemimpinan yang efektif. Walaupun kini menjadi kader Partai Gerindra, hubungan masa lalu Dedi Mulyadi dengan Partai Golkar tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan ini.
Dengan dukungan Golkar, Dedi Mulyadi diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Jawa Barat, terutama dalam hal pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dedi diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman dan koneksi politiknya untuk meraih dukungan luas dalam Pilgub mendatang.
Partai Golkar Jawa Barat, melalui keputusan ini, menunjukkan komitmennya untuk mendukung calon yang dianggap paling mampu membawa visi dan misi partai untuk memenangkan Pilgub Jabar. Dedi Mulyadi, sebagai calon yang diusung, akan menjadi fokus utama dalam kampanye dan strategi politik Golkar di wilayah tersebut.
(K/09)
BENER MERIAH Polres Bener Meriah menyalurkan bantuan sosial berupa 50 paket sembako serta santunan kepada anak yatim dalam rangka menyam
NASIONAL
JAKARTA Pengacara Hotman Paris Hutapea membantah keras isu yang menyebut Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, R
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Perseteruan antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi sorotan publik. Konflik yang awalnya ber
ENTERTAINMENT
JAKARTA Pemerintah kembali membahas arah kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional yang bertuj
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (M
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait temuan audit Badan Pe
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), di Istana Merd
EKONOMI
JAKARTA Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, membantah terlibat dalam kasus dugaan suap impor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam kunjung
NASIONAL