Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
MEDAN – Arena politik Kota Medan semakin memanas dengan munculnya Aulia Agsa, politisi NasDem yang memutuskan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Medan ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Langkah mengejutkan ini menciptakan kegaduhan politik yang tak terhindarkan.
Dalam pernyataannya kepada detikcom pada Kamis (25/4/2024), Aulia Agsa menyampaikan langkahnya dengan penuh keyakinan, “Bismillah, saya mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota Medan. Secara resmi tadi sudah mengembalikan formulir ke PKS.”
Keputusan Aulia ini juga menjadi sorotan karena keberaniannya untuk mencari dukungan dari berbagai lini politik. Ia tidak hanya mengambil formulir dari PKS, tetapi juga dari partai-partai lain seperti PAN, PKB, dan PDIP. Bahkan, ia tidak lupa untuk mendekati partai yang menaunginya sebelumnya, NasDem.
“Ada juga ke PAN, PKB, dan PDIP sudah mengambil formulir. Insyaallah dalam waktu dekat akan mengembalikan formulir,” ungkapnya.
Tentunya, langkah politik Aulia ini menimbulkan beragam spekulasi. Ada yang menganggapnya sebagai upaya meraih dukungan sebanyak mungkin, sementara yang lain menilai langkahnya sebagai strategi untuk menarik perhatian partai-partai besar.
Ketika ditanya mengapa memilih PKS sebagai langkah awal, Aulia menjelaskan bahwa hal ini terkait dengan waktu pendaftaran yang akan segera ditutup. Namun, ia tak lupa menyampaikan harapannya untuk mendapat dukungan dari NasDem, partai yang telah lama menaunginya.
“Saya sudah ngobrol juga dengan pengurus NasDem, insyaallah nanti mendaftar juga ke sana. Ke PKS kenapa didahulukan, karena pendaftarannya segera ditutup,” paparnya.
Meski demikian, langkah Aulia tak bisa dipandang sebelah mata. Dengan pengalamannya sebagai anggota DPRD Sumut, ia menjanjikan perubahan yang lebih baik bagi Kota Medan. Salah satu fokusnya adalah menangani masalah banjir yang masih menjadi perhatian utama.
“Beberapa persoalan yang hingga kini belum terselesaikan seperti banjir ini akan menjadi perhatian saya. Sebagai orang yang dibesarkan di Kota Medan, saya merasa terpanggil untuk ikut membenahi kota ini,” tegasnya.
Ketua PKS Kota Medan, Kasman Marasakti Lubis, membenarkan pendaftaran Aulia. Bahkan, hingga saat ini, sudah ada sembilan pendaftar lain yang bergabung dengan PKS Medan.
Dengan langkah politik yang berani dan ambisius, Aulia Agsa tampaknya telah membuka lembaran baru dalam dunia politik Kota Medan. Pertanyaannya kini, apakah langkahnya ini akan membawa perubahan yang diharapkan, ataukah hanya menjadi bagian dari dinamika politik yang terus berputar? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
(N/014)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL