BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Airlangga Hartarto Bantah Isu Jokowi Pimpin Koalisi Prabowo-Gibran: Belum Ada Pembicaraan

BITVonline.com - Selasa, 19 Maret 2024 06:00 WIB
Airlangga Hartarto Bantah Isu Jokowi Pimpin Koalisi Prabowo-Gibran: Belum Ada Pembicaraan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, angkat bicara terkait spekulasi yang mencuat bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi pimpinan koalisi antara Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dalam keterangan kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (18/3/2024), Airlangga menegaskan bahwa di dalam internal koalisi belum pernah ada pembahasan mengenai hal tersebut.

“Belum pernah ada pembicaraan,” tegas Airlangga.

Isu lain yang disinggung adalah kemungkinan Jokowi akan memimpin Partai Golkar. Airlangga dengan tegas menanyakan dari mana sumber isu tersebut berasal.

“Kata siapa?” respon singkat Airlangga.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Afriansyah Noor, telah menanggapi isu tersebut dengan menyebut bahwa usulan tersebut muncul dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, Afriansyah menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada pembahasan mengenai hal tersebut di internal koalisi.

“Soal ini saya sudah sampaikan bahwa usulan PSI itu baik-baik saja, tapi sampai sejauh ini koalisi besar belum ada bertemu dan belum ada membahas soal usulan PSI ini. Jadi usulan PSI ini menurut saya masih usulan baru PSI sendiri,” ungkap Afriansyah kepada wartawan pada Jumat (15/3).

Afriansyah juga menyoroti hubungan yang baik antara Jokowi dan Prabowo selama hampir lima tahun terakhir. Dia menekankan bahwa usulan dari PSI masih merupakan usulan baru, dan jika ada usulan tersebut akan dibahas secara kolektif oleh tokoh-tokoh dalam koalisi.

Komentar dari para tokoh politik ini menyoroti dinamika internal di antara partai-partai yang terlibat dalam koalisi politik. Sementara spekulasi dan isu-isu politik terus mengalir, penegasan dari Airlangga dan Afriansyah menyoroti pentingnya proses diskusi dan konsolidasi internal dalam mengambil keputusan yang strategis bagi arah politik masa depan.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru