300 Pelajar Ikuti Persami KKRI di Kapal Perang, Kodaeral III Tempa Karakter Generasi Muda
JAKARTA Komando Daerah TNI Angkatan Laut III kembali menggelar Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) G
NASIONAL
JAKARTA -Hubungan erat antara Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi sorotan publik, terutama setelah keduanya terlihat berbincang akrab dalam acara Bentang Harapan JakAsa di Balai Kota Jakarta pada Rabu (1/1/2025). Momen tersebut dianggap memiliki makna mendalam yang dapat memengaruhi dinamika politik di Jakarta, khususnya terkait hubungan antara pendukung kedua tokoh tersebut.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyebutkan bahwa kedekatan Anies dan Ahok diharapkan bisa menular ke para pendukungnya. “Harmonisnya pendukung Anies dan Ahok dapat menjadi kekuatan dalam membantu Pramono-Rano membangun Jakarta. Hal ini akan memudahkan Pramono-Rano merealisir janji-janji politiknya saat kampanye Pilkada 2024,” ujar Jamiluddin dalam keterangannya, Kamis (2/1/2025).
Selain itu, Jamiluddin juga melihat momen saling berbisik antara Anies dan Ahok sebagai sinyal keduanya bisa memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Pramono Rano. Dukungan ini, meskipun sudah disampaikan sebelumnya, akan memberikan dampak yang lebih besar jika disampaikan secara bersama-sama, baik secara politis, psikologis, maupun sosiologis.
Jamiluddin juga menganggap bahwa keduanya mungkin akan melakukan pidato politik bersama. Pidato tersebut bisa berfokus pada isu-isu penting yang sedang berkembang di Indonesia, seperti Pilkada melalui DPRD, PPN 12 persen, pemberantasan korupsi, dan penanganan pelanggaran HAM. Selain itu, isu-isu sensitif terkait Presiden Joko Widodo pasca pensiun juga berpeluang menjadi tema utama dalam pidato politik tersebut.
“Anies dan Ahok bisa saja menyampaikan hal-hal yang spesifik terkait Jokowi, terutama isu-isu sensitif terkait Jokowi pasca pensiun presiden,” kata Jamiluddin. Ia juga menyebutkan bahwa ini bisa menjadi langkah pertama bagi keduanya untuk mendeklarasikan diri sebagai simbol oposisi, terutama mengingat lemahnya partai oposisi saat ini.
Menurut Jamiluddin, jika Anies dan Ahok dapat memposisikan diri sebagai simbol oposisi non-parlemen, kontrol terhadap pemerintah bisa lebih berarti, serta berpotensi menyelamatkan demokrasi di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan, langkah ini juga bisa menjadi bagian dari persiapan mereka untuk Pilpres 2029. Bahkan, Jamiluddin mengisyaratkan kemungkinan pasangan ini akan berkoalisi untuk maju pada Pilpres 2029.
(N/014)
JAKARTA Komando Daerah TNI Angkatan Laut III kembali menggelar Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) G
NASIONAL
JAKARTA Oloan Paniaran Nababan terus memacu akselerasi pembangunan daerahnya. Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan itu bertemu Ketua Dewa
PEMERINTAHAN
PAPUA Aparat gabungan dalam Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil menangkap empat terduga pelaku penembakan terhadap pesawat perintis Smar
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN, SUMUT Harapan warga Dusun II Silou Raya, Nagori Dame Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, akan akses air bersih kian
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR Abdullah menanggapi pernyataan Presiden ke7 RI, Joko Widodo, yang mengaku tidak berperan dalam revisi Un
POLITIK
JAKARTA Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digelar di Amerika Serikat, anggota DPR RI berhar
POLITIK
SIMALUNGUN Dusun II Silou Raya, Nagori Dame Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, diselimuti semangat gotong royon
NASIONAL
DELI SERDANG Dua truk mengalami kecelakaan di tikungan Cindelaras, Jalan Jamin Ginting KM 39, Desa Sibolangit, Deli Serdang, Senin (16/2
NASIONAL
PANGKALPINANG Polemik rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berbasis thorium di Bangka Belitung kian memanas. Peno
NASIONAL
GIANYAR Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026, Polsek Blahbatuh meningkatkan patroli guna m
NASIONAL