Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Jumat 13 Maret 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
DENPASAR Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Bali akan didominasi cuac
NASIONAL
SUMUT -Wakil Ketua DPRD Langkat sekaligus Ketua DPD NasDem Langkat, Ajai Ismail, menjadi sorotan publik terkait dugaan ketidaksesuaian dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Pasalnya, laporan kekayaan yang ia sampaikan dinilai tidak masuk akal dan memicu dugaan adanya kejanggalan.
Berdasarkan data LHKPN, pada tahun 2023, Ajai Ismail hanya melaporkan harta berupa kas dan setara kas senilai Rp 20 juta. Lebih mengejutkan lagi, pada tahun 2019, ia hanya melaporkan harta sebesar Rp 6 juta. Sementara itu, pada periode 2020-2022, Ajai tidak merinci harta kekayaannya dan hanya mencantumkan kas senilai Rp 6 juta serta utang ratusan juta rupiah.
Upaya konfirmasi kepada Ajai Ismail hingga kini belum membuahkan hasil. Saat dikonfirmasi oleh wartawan, Ajai belum memberikan komentar, bahkan pesan singkat melalui WhatsApp yang dikirimkan kepadanya juga tak mendapat respons.
KPK Diminta Turun Tangan
Menanggapi persoalan ini, Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan, Redyanto Sidi, menilai bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki kewenangan untuk memanggil Ajai Ismail guna melakukan klarifikasi.
"KPK dapat memanggil untuk klarifikasi. Jika benar LHKPN yang dilaporkan tidak sesuai dengan fakta dan data, maka patut diduga ada keterangan palsu dalam laporan tersebut," ujar Redyanto, Selasa (11/2/2025).
Ia menambahkan bahwa KPK bisa meminta bantuan aparat penegak hukum lainnya seperti kejaksaan atau kepolisian untuk melakukan pengecekan faktual terhadap data LHKPN. Namun, menurutnya, idealnya KPK turun langsung untuk melakukan investigasi.
"Saya kira temuan ini momentum yang tepat bagi KPK untuk melakukan pengecekan ulang terhadap data LHKPN para pejabat secara menyeluruh di Indonesia," imbuhnya.
Dugaan Kejanggalan dalam Laporan Kekayaan
Senada dengan Redyanto, Pengamat Sosial Politik dari Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN) Institute, Abdul Rahim Daulay, juga meminta KPK turun ke Kabupaten Langkat untuk menelusuri lebih jauh kekayaan Ajai Ismail.
"Ini aneh dan tak masuk akal hartanya segitu. Masak tidak jujur menyampaikan LHKPN, padahal sudah berpengalaman di DPRD Langkat. Apakah mungkin bangkrut?" ujar Rahim dengan nada heran.
Rahim menduga ada sesuatu yang disembunyikan dalam laporan harta kekayaan Ajai Ismail. Ia meminta KPK segera memeriksa seluruh aset yang dimiliki oleh politisi NasDem tersebut.
"Publik pasti mendukung KPK untuk menelusuri harta kekayaan Pak Acai ini. Warga Langkat sudah mengetahui siapa beliau—seorang pengusaha, politisi, dan memiliki tiga anak yang juga menduduki kursi DPRD, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten," ucap Rahim.
Lebih lanjut, ia mempertanyakan kejujuran Ajai Ismail dalam menyampaikan LHKPN, terutama terkait aset-aset bernilai besar yang tidak tercantum dalam laporannya.
"Sebagai penyelenggara negara yang baik dan taat pada undang-undang, seharusnya Pak Acai melaporkan seluruh harta kekayaannya secara jujur. Ada apa ini? Pasti ada sesuatu yang mencurigakan dalam laporannya. Publik patut bertanya-tanya, bagaimana dengan rumah dan mobil mewah yang sering digunakan? Jika tidak dilaporkan, apakah itu bukan miliknya?" tutup Rahim.
Kasus dugaan ketidaksesuaian LHKPN Ajai Ismail ini menambah daftar panjang pejabat publik yang diduga tidak transparan dalam melaporkan harta kekayaannya. Publik kini menanti langkah KPK dalam mengusut tuntas dugaan kejanggalan ini.
(tb/a)
DENPASAR Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Bali akan didominasi cuac
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
NASIONAL
BANDUNG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Provinsi Jawa Barat akan mengalami hujan
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Daerah Khusus Ibukota Jakarta berpotensi
NASIONAL
ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Aceh berpotensi mengalami huj
NASIONAL
MEDAN Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Sumatera Utara berpotensi me
NASIONAL
JAKARTA Bupati Kabupaten Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (
NASIONAL
SIMALUNGUN Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke127 di Kabupaten Simalungun resmi ditutup Rabu (11/3/2026). Upacara penutupan
NASIONAL
MEDAN Percepatan revitalisasi Stadion Teladan Medan menjadi sorotan publik, seiring peluang Provinsi Sumatera Utara menjadi tuan rumah P
OLAHRAGA
BANDA ACEH Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di lapangan Mapolda
NASIONAL