BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

Hendrik Lewerissa Prioritaskan Perbaikan Sekolah di Wilayah 3T Maluku

Redaksi - Sabtu, 15 Februari 2025 19:54 WIB
Hendrik Lewerissa Prioritaskan Perbaikan Sekolah di Wilayah 3T Maluku
Gubernur terpilih Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MALUKU -Gubernur terpilih Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan perbaikan sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di wilayahnya. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang meminta para kepala daerah untuk mendorong peningkatan fasilitas pendidikan di masing-masing daerah.

Dalam pertemuan Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/2/2025), Prabowo menginstruksikan kepala daerah untuk memberi perhatian lebih pada sektor pendidikan. Menanggapi arahan tersebut, Hendrik Lewerissa menyambut baik dan mengapresiasi fokus Presiden terhadap dunia pendidikan.

Peningkatan Infrastruktur Pendidikan

Dalam wawancara, Sabtu (15/2/2025), Lewerissa mengakui bahwa perbaikan sekolah di kawasan 3T harus menjadi prioritas utama. "Saya yakin bahwa banyak sekolah di kabupaten yang memiliki kawasan 3T membutuhkan pembenahan segera," ujarnya.

Pembenahan yang dimaksud mencakup rehabilitasi bangunan sekolah, peningkatan kualitas ruang kelas, pembangunan perpustakaan, serta penyediaan sarana pendukung lainnya. Namun, Lewerissa mengakui bahwa dirinya masih memerlukan data yang lebih rinci untuk memastikan sasaran pembenahan yang efektif.

"Untuk mencapai target perbaikan, kita membutuhkan perencanaan yang matang. Secara umum, kondisi jalan di Maluku sudah cukup baik untuk mendukung pembangunan, tetapi akses menuju kawasan 3T masih belum maksimal," tambahnya.

Tantangan Akses dan Anggaran

Lewerissa mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam meningkatkan pendidikan di Maluku adalah aksesibilitas. Ia mencatat bahwa tingkat kemantapan jalan kota atau kabupaten di Maluku saat ini mencapai sekitar 60 persen, sedangkan jalan provinsi sudah hampir 90 persen.

Selain itu, masalah penganggaran dan perencanaan proyek pendidikan juga menjadi tantangan yang harus segera diatasi. "Kendala utama ada pada anggaran dan perencanaan. Kita harus memiliki data yang akurat dan valid terkait kondisi sekolah yang membutuhkan pembenahan di Maluku," tegasnya.

Setelah resmi dilantik sebagai Gubernur Maluku bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Lewerissa menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan program perbaikan sekolah berjalan dengan optimal.

"Pemerintah provinsi tidak bisa bekerja sendiri di lapangan. Dibutuhkan sinergi dengan berbagai pihak agar program pendidikan ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Maluku," pungkasnya.

(km/a)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru