"Mengenai perdagangan, saya telah memutuskan demi tujuan keadilan bahwa saya akan mengenakan tarif timbal balik, yang berarti apa pun yang dikenakan negara kepada Amerika Serikat, kami akan mengenakannya. Tidak lebih, tidak kurang," tulis Trump di platform Truth Social.
Seorang pejabat Gedung Putih menyebut bahwa negara-negara dengan surplus perdagangan besar terhadap AS, seperti China, Meksiko, Vietnam, Irlandia, dan Jerman, kemungkinan akan menjadi target utama kebijakan tarif baru ini. Sementara itu, Inggris juga berpotensi dikenakan tarif setinggi 24% jika AS menganggap pajak pertambahan nilai (PPN) sebagai bentuk tarif perdagangan.
Ketegangan ekonomi global ini semakin memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi utama di tengah ketidakpastian pasar.
Proyeksi Harga Emas: Berpotensi Sentuh US$3.000 per Troy Ons