BREAKING NEWS
Rabu, 17 Juni 2026

Luhut Balas Tagar #IndonesiaGelap: "Kau yang Gelap, Bukan Indonesia!

Redaksi - Rabu, 19 Februari 2025 15:28 WIB
Luhut Balas Tagar #IndonesiaGelap: "Kau yang Gelap, Bukan Indonesia!
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi isu yang beredar di media sosial dengan tagar #IndonesiaGelap. Menurutnya, anggapan bahwa Indonesia sedang berada dalam kondisi gelap tidaklah benar.

"Kalau ada yang bilang itu Indonesia gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia. Jadi kita jangan terus mengeklaim sana-sini," ujar Luhut dalam acara The Economic Insights 2025 di Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Isu #IndonesiaGelap terus menggema di media sosial sejak awal Februari 2025. Tagar ini mencerminkan kegelisahan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat, seperti aturan baru terkait penjualan elpiji 3 kg yang menyebabkan kelangkaan gas, efisiensi anggaran yang berdampak pada gelombang PHK, hingga pemangkasan tunjangan bagi dosen dan tenaga pendidik.

Puncak kekecewaan publik terhadap pemerintah terjadi pada Senin (17/2/2025), saat ribuan mahasiswa menggelar aksi protes di kawasan Patung Kuda, Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka menuntut pemerintah untuk lebih transparan dan berpihak kepada rakyat dalam menyusun kebijakan.

Luhut Sebut Kondisi Indonesia Masih Baik

Luhut menegaskan bahwa kondisi Indonesia masih cukup baik, meskipun menghadapi berbagai permasalahan. Ia menyebut bahwa masalah seperti kurangnya lapangan kerja juga terjadi di negara lain, termasuk Amerika Serikat.

"Ada orang bilang wah di sini lapangan kerja kurang, di mana yang lapangan kerja enggak kurang? Di Amerika juga bermasalah, di mana saja bermasalah," ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi permasalahan ini. Salah satu langkah yang telah diambil adalah memberdayakan 300 generasi muda yang bekerja di Perum Peruri untuk mengelola GovTech.

Luhut menambahkan bahwa Indonesia justru memiliki keunggulan karena pasar domestiknya yang besar. Ia menyebut jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 282 juta jiwa pada Semester I 2024 diprediksi akan bertambah menjadi 300 juta jiwa pada 2030.

"Jadi kita harus lihat ini. Kita sebagai orang Indonesia harus bangga juga bahwa we are doing right, kita sudah berada di jalur yang baik," tuturnya.

Protes Mahasiswa dan Kecaman di Media Sosial

Meski Luhut menepis isu #IndonesiaGelap, aksi protes mahasiswa dan kritik warganet terus berlanjut. Banyak pihak menilai bahwa pemerintah kurang tanggap dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Sejumlah organisasi mahasiswa menyatakan akan terus mengawal kebijakan pemerintah dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

(km/a)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru