"Kami saja baru setengah bulan menjalankan efisiensi bisa menghemat Rp 300 juta dari anggaran untuk kebutuhan listrik di kantor," ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi faktor penting dalam keberhasilan efisiensi. Tanpa kesadaran tersebut, efisiensi hanya akan dianggap sebagai penghambat pekerjaan.
"Ada yang harus dibangun, sebuah kesadaran baru, bahwa saat ini kita berkantor, semua operasionalnya itu dibiayai oleh rakyat. Sementara kita kurang peduli dengan efisiensi," tuturnya.