BREAKING NEWS
Rabu, 18 Februari 2026

Gus Ipul: Efisiensi Anggaran Bikin Birokrasi Lebih Sehat, Seperti Manfaat Puasa

Redaksi - Rabu, 19 Februari 2025 17:21 WIB
Gus Ipul: Efisiensi Anggaran Bikin Birokrasi Lebih Sehat, Seperti Manfaat Puasa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang diterapkan di seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah akan membuat birokrasi Indonesia lebih sehat. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada Kepala Dinas Sosial se-Jawa Timur dan anggota DPRD Sulawesi Tenggara, Rabu (19/2/2025).

Gus Ipul mengibaratkan efisiensi anggaran seperti manfaat puasa yang dapat menghilangkan sel kanker dalam tubuh manusia. "Bapak-ibu pernah dengar manfaat puasa yang bisa membunuh sel kanker? Bahwa puasa itu menyehatkan badan kita. Begitu juga terkait efisiensi anggaran ini yang bisa menghapus lemak-lemak birokrasi," ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya.

Optimalisasi Anggaran untuk Program Berdampak

Menurutnya, selama ini anggaran yang tersedia, khususnya dalam belanja barang dan belanja modal, dapat dioptimalkan untuk program-program yang lebih berdampak bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa efisiensi tidak akan mengurangi anggaran yang diperuntukkan bagi kepentingan rakyat.

"Yang untuk belanja rakyat, untuk pendidikan, itu sama sekali tidak terkena efisiensi. Bahkan Presiden mengatakan kalau diperlukan, maka akan ditambah (anggaran Bansos)," jelasnya.

Hemat Rp 300 Juta dari Penggunaan Listrik

Sebagai langkah nyata, Gus Ipul menyebut bahwa efisiensi telah diterapkan di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos), termasuk dalam penghematan penggunaan listrik.

"Kami saja baru setengah bulan menjalankan efisiensi bisa menghemat Rp 300 juta dari anggaran untuk kebutuhan listrik di kantor," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi faktor penting dalam keberhasilan efisiensi. Tanpa kesadaran tersebut, efisiensi hanya akan dianggap sebagai penghambat pekerjaan.

"Ada yang harus dibangun, sebuah kesadaran baru, bahwa saat ini kita berkantor, semua operasionalnya itu dibiayai oleh rakyat. Sementara kita kurang peduli dengan efisiensi," tuturnya.

Pendekatan Kreatif dan Inovatif

Gus Ipul mendorong Dinas Sosial di berbagai daerah untuk mengoptimalkan efisiensi melalui pendekatan kreatif dan inovatif. Sebagai contoh, ia menyoroti inisiatif kerja bakti nasional yang dilakukan dalam peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2024.

"Saat peringatan HKSN 2024, saya arahkan untuk kerja bakti nasional. Tercatat 720.000 orang di seluruh Indonesia terlibat dalam kerja bakti itu," katanya.

Selain itu, Kemensos juga menggandeng perguruan tinggi dalam program pemberdayaan masyarakat. "Kemarin pertemuan di Surabaya, 200 lebih perguruan tinggi se-Jawa Timur siap mendukung Kemensos dalam membentuk desa binaan untuk pelaksanaan program pengentasan kemiskinan di desa, dan itu menggunakan uang mereka, bukan uang Kemensos," paparnya.

Tidak Ada Alasan Mengeluh

Di akhir penyampaiannya, Gus Ipul mengimbau Kepala Dinas Sosial se-Jawa Timur untuk tidak mengeluhkan adanya efisiensi anggaran. Sebaliknya, ia mengajak semua pihak untuk tetap berinovasi agar target kerja tetap tercapai.

"Banyak cara di tengah-tengah efisiensi itu, tetap semangat. Efisiensi ini jangan sampai menurunkan kinerja kita. Diperlukan kreativitas dan inovasi agar target-target kita tetap tercapai," pungkasnya.

(km/a)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru