BPOM akan menggerakkan 76 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan melibatkan sekitar 6.700 pegawai yang akan bertugas untuk memeriksa pasar, tempat pembuatan makanan, toko-toko, dan minimarket. Para pegawai ini akan turun langsung untuk memastikan bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi makanan dan minuman aman.
"Kami akan turun langsung ke pasar-pasar, tempat pembuatan makanan, dan minimarket untuk memastikan semua bahan yang digunakan aman," tambah Taruna.
Meskipun mengalami keterbatasan anggaran akibat efisiensi, BPOM berjanji untuk bekerja secara optimal demi kepentingan masyarakat. Taruna menegaskan bahwa efisiensi anggaran dilakukan untuk kepentingan rakyat banyak dan bukan untuk kepentingan individu.
"Dengan keterbatasan anggaran, kami akan tetap bekerja optimal karena ini untuk kepentingan rakyat banyak. Kami akan sukseskan tugas ini dan patuh pada instruksi Presiden," tuturnya.