Bima menambahkan, "Penyebabnya bisa saja karena terlambat, tersendat, atau hal lainnya. Kami masih terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang belum hadir untuk mendapatkan klarifikasi apakah mereka akan datang terlambat atau digantikan oleh wakil."
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Gubernur Bali, I Wayan Koster, juga termasuk dalam daftar kepala daerah yang belum hadir. Bima Arya mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai alasan kedua gubernur tersebut. "Kami masih menunggu kedatangan mereka," ujarnya.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, turut memberikan pandangan terkait absennya beberapa kepala daerah ini. Menurutnya, alasan ketidakhadiran bisa jadi terkait dengan kebijakan partai. "Mungkin ada masalah perjalanan atau kebijakan partai yang menyebabkan mereka tidak hadir," ungkap Tito.
Tito juga menjelaskan bahwa retret ini bukanlah kegiatan yang bersifat kewajiban dari pemerintah pusat, melainkan untuk kepentingan masing-masing kepala daerah dalam memimpin wilayahnya.