
Uya Kuya Sampaikan Permohonan Maaf Tulus untuk Masyarakat Indonesia
JAKARTA Anggota DPR RI, Uya Kuya, kembali mengunggah video permintaan maaf terkait polemik yang melibatkan dirinya beberapa waktu terakhir
NasionalMEDAN – Masyarakat kembali dibuat geram dengan dugaan praktik pungutan liar/pungli di lingkungan sekolah dasar di Kota Medan. Kali ini, SD Bahagia yang berlokasi di Jl. Mangaan I No.60, Mabar Hilir, Kec. Medan Deli, menjadi sorotan setelah seorang orang tua siswa melaporkan adanya permintaan biaya administrasi sebesar Rp 200 ribu untuk proses pindah sekolah anaknya. Padahal, kepindahan tersebut terpaksa dilakukan karena alasan pekerjaan orang tua yang berpindah ke Kabupaten Batu Bara.
Baca Juga:
Menurut informasi yang dihimpun, orang tua siswa yang menjadi korban pungli ini telah mengadukan masalah tersebut ke Dinas Pendidikan Kota Medan melalui nomor pengaduan WhatsApp yang disediakan. Namun, hingga saat ini, aduan tersebut tidak mendapat respons yang jelas. Sikap bungkam dari pihak dinas ini memicu kekecewaan di kalangan masyarakat, yang mempertanyakan komitmen pemerintah dalam memberantas praktik pungli di sektor pendidikan.
Orang Tua Murid Kecewa, Minta Wali Kota Medan dan Gubernur Sumut Bertindak
Masyarakat meminta perhatian serius dari Wali Kota Medan, Bobby Nasution, serta Gubernur Sumatera Utara untuk segera melakukan sidak ke kantor Dinas Pendidikan Kota Medan guna mengevaluasi sistem pengaduan yang dinilai tidak berfungsi dengan baik. Mereka juga menuntut tindakan tegas terhadap sekolah-sekolah yang masih berani melakukan praktik pungli terhadap siswa dan orang tua.
"Kami sudah melapor ke Dinas Pendidikan, tapi tidak ada tanggapan. Seharusnya, dinas bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah seperti ini, bukan malah diam saja," ungkap salah satu orang tua siswa yang menjadi korban pungli.
Praktik pungli di dunia pendidikan menjadi salah satu masalah serius yang terus mencoreng wajah dunia pendidikan di Kota Medan. Padahal, pemerintah telah menggaungkan pendidikan gratis dan transparan bagi seluruh masyarakat. Sayangnya, masih ada oknum-oknum di sekolah yang memanfaatkan celah untuk mencari keuntungan pribadi dengan membebani orang tua siswa.
Transparansi dan Ketegasan Dibutuhkan
Masyarakat mendesak agar kasus ini tidak hanya berhenti sebagai laporan semata, tetapi juga ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Dinas Pendidikan Kota Medan harus segera memberikan klarifikasi dan memastikan bahwa praktik pungli ini tidak kembali terjadi di sekolah lain. Selain itu, pihak berwenang diminta untuk menindak tegas oknum-oknum yang terlibat, termasuk memberikan sanksi berat kepada sekolah yang terbukti melakukan pungli.
Dugaan pungli yang terjadi di SD Bahagia Mabar Hilir ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk lebih serius dalam mengawasi dan menindak praktik serupa di berbagai sekolah. Jika dibiarkan, hal ini akan semakin mencederai kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di Kota Medan.
r05
JAKARTA Anggota DPR RI, Uya Kuya, kembali mengunggah video permintaan maaf terkait polemik yang melibatkan dirinya beberapa waktu terakhir
NasionalJAKARTA Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait kondisi politik nasional terkini. Ia m
NasionalTAPSEL Kasus dugaan penganiayaan anak yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan kembali mencuat ke publik. Seorang ayah, Adil Syahputra B
Hukum dan KriminalJAKARTA Dalam langkah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan sejumla
NasionalJAKARTA Arus lalu lintas di kawasan Polda Metro Jaya, yang meliputi Jalan Gatot Soebroto hingga Sudirman, Jakarta Selatan, terpantau kemba
NasionalJAKARTA Meskipun fitur live dihentikan, pengguna TikTok masih dapat mengakses konten lainnya seperti video pendek yang tetap bisa diunggah
Sains & TeknologiCIKARANG Akhmad Munir, Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan
NasionalJAKARTA Netizen yang mengunggah foto tersebut menyebut Eko sedang berkeliling membeli barang palsu di China menggunakan uang pajak rakyat
NasionalACEH UTARA Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Korem 011/Lilawangsa untuk pertama kalin
NasionalJAKARTA Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyatakan bahwa fraksinya menyetujui penghentian tunjangan anggota
Politik