MEDAN -Permasalahan banjir di kawasan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, terus menjadi momok bagi warga. Meski kepemimpinan di kota ini telah berganti dari satu periode ke periode berikutnya, kondisi banjir tak kunjung membaik. Janji-janji penanganan banjir yang pernah dilontarkan pejabat publik pun tak lebih dari sekadar wacana.
Ketua Asosiasi Alumni Teknologi TeladanMedan (AATT) mengatakan bahwa setiap kali hujan deras mengguyur Medan, kawasan di bawah Jalan Tol Bandar Selamat hampir selalu tergenang. Genangan air menutup jalan dan merendam permukiman warga, mengganggu berbagai aktivitas seperti berdagang, bekerja, hingga mengantar anak ke sekolah.
"Setiap kali hujan turun, jalanan pasti tergenang. Anak-anak sulit berangkat sekolah, kemacetan tak terhindarkan. Ini masalah yang sudah berlangsung lama, tapi kenapa tidak juga selesai?" keluh Partaonan Harahap, Yang juga sebagai Dosen Fakultas Teknik UMSU.
Tak hanya mengganggu rutinitas harian, banjir di kawasan tersebut juga berdampak besar pada perekonomian warga. Banyak pelaku usaha kecil merugi karena lapak mereka terendam. Sementara itu, kemacetan lalu lintas menjadi pemandangan rutin saat genangan mencapai ketinggian tertentu.