Menaker Yassierli: Pekerja Harus Inovatif atau Tersingkir di Era Global
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya budaya inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja di tengah
EKONOMI
MEDAN – Wakil Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Mugiyanto Sipin, menyatakan dukungan penuh terhadap program restoratif justice yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut).
Menurutnya, pendekatan kekeluargaan sangat penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya di wilayah Sumut.
Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja (kunker) dan silaturahmi ke Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Kamis (15/5/2025). Kehadiran Wamen HAM beserta rombongan disambut langsung oleh Wakil Gubernur Sumut, Surya.
"Terkait pelaksanaan restoratif justice, kami sangat mendukung program tersebut," ujar Mugiyanto.
Dalam kunjungannya, Mugiyanto menyampaikan bahwa kasus pelanggaran HAM tidak hanya dilakukan oleh negara, tetapi juga bisa berasal dari pihak swasta dan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan audit HAM terhadap sejumlah perusahaan yang beroperasi di Sumut sebagai bagian dari penguatan prinsip bisnis dan HAM.
"Ke depan kami juga meminta dukungan dari Pemprov Sumut, terutama untuk penguatan Kanwil HAM," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ke Sumut juga dimaksudkan untuk memberikan edukasi HAM kepada pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat umum. Selain itu, akan ada kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi seperti Pematangsiantar dan Labuhanbatu Utara, menyusul laporan masyarakat terkait sengketa tanah.
Wagub Surya: Pendekatan Keadilan Restoratif untuk Pemulihan Korban
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Surya menjelaskan bahwa Pemprov Sumut bersama Gubernur Bobby Nasution menjadikan pendekatan keadilan restoratif sebagai bagian penting dari upaya penyelesaian perkara pidana dan persoalan HAM di daerah.
"Keadilan restoratif ini tidak menekankan pada hukuman, tetapi lebih pada pemulihan korban secara fisik, psikologis, dan sosial," jelas Surya.
Ia juga menyoroti masih banyaknya kasus masyarakat kecil yang terseret hukum hanya karena tindakan seperti mengambil berondolan sawit untuk menyambung hidup. Hal ini mendorong Pemprov untuk mencari pendekatan yang lebih manusiawi dan solutif.
"Kami lakukan penyelesaian secara kekeluargaan antara korban dan pelaku. Kami juga masih dihadapkan dengan persoalan kenakalan remaja yang meningkat di Sumut," ujarnya.
Kunjungan Wamen HAM RI ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemprov Sumut. Menurut Surya, hal ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya penegakan dan perlindungan HAM di Sumatera Utara.*
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya budaya inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja di tengah
EKONOMI
JAKARTA Istri Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina, mengungkap sejumlah cerita pribadi terkait kondisi suaminya se
NASIONAL
JAKARTA Prof. Purnomo Yusgiantoro resmi menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL Lemh
NASIONAL
MEDAN Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (PUD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan, Irwansyah Gultom, menjadi sorotan setelah d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melaporkan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh militer Israel bertambah menj
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan nilai tukar rupiah turut memberikan dampak terhadap masyarakat di
EKONOMI
JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah menyiapkan peta jalan atau roadmap untuk melakukan safari politik keliling Indonesia ber
POLITIK
ACEH TIMUR Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meresmikan Gedung Utama Polres Aceh Timur dalam rangka kunjungan kerja (k
NASIONAL
MEDAN Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara mulai menyalurkan jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Tahun 2026 ke
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi rencana pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR yang
POLITIK