PEMATANGSIANTAR - Anggota Komisi III DPRD Pematangsiantar, Chairuddin Lubis, mendesak Wali Kota Wesly Silalahi untuk mempertimbangkan pencopotan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Julham Situmorang.
Hal ini menyusul kebocoran retribusi parkir yang dinilai gagal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Chairuddin Lubis, yang akrab disapa CL, menyoroti maraknya parkir liar di berbagai sudut kota, salah satunya di depan Suzuya Merdeka Mall, Jalan Merdeka.
Kawasan yang menjadi wajah kota itu disebut semakin semrawut karena praktik parkir liar yang dibiarkan.
"Kinerja Kadishub ini harus dievaluasi. Kalau tidak semangat atau malas-malasan, mungkin bisa digeser, dicopot atau diganti," tegas CL, Senin (9/6/2025).
CL menuduh adanya pembiaran terhadap praktik parkir liar yang mengalirkan uang retribusi bukan ke kas daerah, melainkan ke oknum tertentu.
Ia menyatakan, hampir setiap saat masyarakat dimintai uang parkir oleh juru parkir (jukir) di berbagai titik kota.
"Pagi, siang, sore, malam sampai dini hari. Tapi pertanyaannya: ke mana uang parkir itu mengalir semua?" ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu juga menyebut Dishub Pematangsiantar tidak pernah berhasil mencapai target penerimaan retribusi parkir dari tahun ke tahun. Padahal, potensi pendapatan dari sektor tersebut sangat besar.
Data Realisasi PAD Parkir yang Memprihatinkan
2022: Rp6,6 miliar (39% dari target)
2023: Rp7,1 miliar (42%)
2024: Rp8,4 miliar (49%)
Ironisnya, angka ini masih rendah meski Pemko Pematangsiantar telah menaikkan tarif retribusi melalui Perda Nomor 1 Tahun 2024.
"Bapak Wesly harus mempertimbangkan kinerja anak buahnya. Jika tidak mampu kerja, ya copot saja," kata CL.
Sementara itu, aparat kepolisian dikabarkan telah mengamankan dua orang yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di depan Suzuya Merdeka Mall.
Kanit Reskrim Polsek Siantar Timur, Ipda Gilbert Panjaitan, membenarkan penindakan tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang resah terhadap praktik pungli parkir.*