Kecelakaan di Jalintim Pelalawan, Pelajar SMA Tewas Tabrak Truk
PELALAWAN Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Timur Kilometer 86, Desa Kemang, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin pagi, 26 Janu
PERISTIWA
JAKARTA -Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap maraknya kasus penipuan kerja yang menimpa ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja dan kawasan Asia Tenggara lainnya.
Dalam rapat dengan Menteri Luar Negeri Sugiono, Nurul meminta penjelasan terkait upaya konkret untuk mencegah agar WNI tidak terus menjadi korban sindikat kejahatan siber lintas negara.
"Pak, ini yang penipuan kerja warga negara Indonesia di Kamboja, Pak ini kan sangat memprihatinkan. Dan terjadinya di kalangan anak-anak muda yang bukan tidak berpendidikan, tapi berpendidikan," kata Nurul dalam rapat di DPR, Senin (30/6).
Ia menilai masih ada kelengahan dari pemerintah dalam melindungi warganya, sehingga mereka mudah terjerumus menjadi bagian dari jaringan penipuan daring seperti admin judi online hingga scammer internasional.
"Kita careless, sehingga membuat warga negara sendiri itu masuk ke dalam perangkap di Kamboja, perbatasan Myanmar, dan lain sebagainya," lanjut Nurul.
Menanggapi hal tersebut, Menlu Sugiono mengakui bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah melakukan berbagai langkah perlindungan dan repatriasi terhadap korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maupun penipuan kerja.
Namun, Sugiono juga menyoroti bahwa tidak semua WNI yang terlibat benar-benar murni korban.
"Saya kira ini templatenya sama, antara yang di Myanmar dan Kamboja. Tidak semuanya merupakan korban TPPO. Ada juga yang menjadi repeated offender—sudah dipulangkan, tapi kembali lagi terlibat," ujarnya.
Sugiono mengungkapkan bahwa dari total 7.600 kasus sepanjang 2021 hingga 2025, sekitar 4.300 kasus terjadi di Kamboja, dan 1.300 di Myanmar. Dari jumlah tersebut, 1.508 kasus teridentifikasi sebagai TPPO.
Menteri Sugiono juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar dapat mengenali risiko dan tanda-tanda pekerjaan fiktif atau penipuan.
"Harus ada penyuluhan, sosialisasi, dan pengecekan rekam jejak perusahaan perekrut. Ini harus dilakukan secara menyeluruh," tegasnya.
Namun ia juga mengakui masih ada tantangan besar dalam pendataan WNI, terutama mereka yang bekerja secara ilegal atau tidak terdokumentasi dengan baik di luar negeri.
PELALAWAN Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Timur Kilometer 86, Desa Kemang, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin pagi, 26 Janu
PERISTIWA
JAKARTA Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat menggelar workshop pening
NASIONAL
JAKARTA Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan sebanyak 23 anggota Korps Marinir tertimbun longsor di kawasa
NASIONAL
JAKARTA Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya penyalahgunaan nitrous oxide
KESEHATAN
JAKARTA Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dinilai memegang peran strategis dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, transpar
NASIONAL
BANDA ACEH Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Aceh mengumumkan hasil seleksi terbuka untuk sembilan jabata
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, memberikan pernyataan tegas menjelan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memberi sinyal akan kembali melayangkan gugatan perdata terhadap perusahaanperu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indonesia resmi meluncurkan logo resmi keketuaan dalam organisasi kerja sama ekonomi Developing Eight (D8) untuk periode 2026
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mempercepat penerapan Sumut Corporate University (Corpu) sebagai upaya strate
PEMERINTAHAN