Kawal Proyek Peta Dasar Rp 4,7 Triliun BIG dari Bank Dunia, Kejagung Pasang Badan Mencegah Korupsi
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
TAPANULI SELATAN – Di balik keindahan alam Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, terdapat persoalan infrastruktur yang menjadi keluhan utama warga.
Jalan penghubung sepanjang ±5,5 kilometer menuju Desa Pinagar yang rusak parah menjadi penghambat aktivitas sehari-hari masyarakat, sekaligus membatasi geliat ekonomi, pendidikan, dan sektor pariwisata.
Kondisi ini semakin memprihatinkan saat musim hujan. Jalan berubah menjadi lintasan berlumpur yang licin, menyulitkan mobilitas warga, terlebih anak-anak sekolah dan petani.
Tak jarang kendaraan terjebak, dan anak-anak tiba di sekolah dalam kondisi pakaian kotor dan kelelahan.
"Kadang sepatu anak saya tertinggal di lumpur. Mereka sudah capek sebelum sampai sekolah," tutur Siti, seorang ibu rumah tangga yang setiap pagi mengantar anaknya ke sekolah.
Beban paling berat dirasakan para petani. Jalan yang rusak mengakibatkan biaya pengangkutan hasil panen membengkak, bahkan tak sebanding dengan nilai jual produk.
"Rasanya mau menangis. Kami tanam, rawat, panen… tapi uang habis di ongkos," ungkap Tarman, seorang petani, sambil menunjuk kendaraan yang terperosok di jalan berlumpur.
Tak hanya sektor ekonomi, jalan rusak juga berdampak pada pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Masyarakat yang membutuhkan perawatan medis harus menempuh perjalanan panjang dan berisiko.
Anak-anak sekolah dari desa ke pusat kota harus bangun lebih pagi dan menantang medan berat setiap hari.
Zainal Abidin, salah satu tokoh masyarakat, menggambarkan situasi ini sebagai "urat nadi yang tersumbat".
"Jalan itu kehidupan. Kalau jalan mati, ekonomi juga ikut mati. Tapi kami tetap punya harapan," ujarnya.
Beberapa upaya swadaya sempat dilakukan warga. Salah satunya adalah penimbunan jalan menggunakan sirtu yang pernah diinisiasi oleh tokoh masyarakat, Gunawan Hasibuan.
Namun, langkah tersebut bersifat sementara dan belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
Kini, masyarakat berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk memberikan perhatian serius dan solusi jangka panjang.
"Kalau jalannya seperti ini, orang pikir seribu kali mau datang. Padahal tempat kita indah, cocok untuk wisata," tambah Zainal, sambil menatap hamparan bukit yang memudar pesonanya di balik debu dan lumpur.
Meski lelah menunggu, warga tetap bertekad menjaga semangat gotong royong, memperbaiki apa yang bisa mereka jangkau.
Harapan tetap tumbuh di tengah keterbatasan, bahwa suatu hari nanti, jalan berlubang ini akan menjadi jalan pembuka kemajuan.*
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
JAKARTA Akademisi Rocky Gerung menyoroti gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakab
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pelestarian budaya dan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan K
PEMERINTAHAN
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan memburuk akibat sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas me
KESEHATAN
BANDA ACEH Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin humanis dan profesional kep
PERISTIWA
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam keg
EKONOMI
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meraih delapan penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awar
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Adardam Achyar mempertanyakan pemidanaan terhadap surat yang dibuat advokat dalam menjal
POLITIK
MANDAILING NATAL Foto mobil dinas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digunakan untuk mengangkut
PERISTIWA