Kejagung Sita 104,4 Ton Timah Milik Terpidana Aon, Negara Bersiap Lelang Aset
JAKARTA Kejaksaan Agung menyita lebih dari 104 ton komoditas timah milik terpidana Tamron alias Aon dalam perkara korupsi dan tindak pid
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budi Djiwandono, yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto, angkat bicara terkait desakan masyarakat agar mencopot Miftah Maulana Habiburokhman atau Gus Miftah dari jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Desakan tersebut muncul setelah pernyataan Gus Miftah yang dianggap merendahkan seorang pedagang es teh dalam sebuah pengajian.
“Kita menyayangkan kalau ada, apa namanya, mungkin statement-statement yang tidak baik. Tentu itu patut menjadi evaluasi, apalagi namanya pemimpin,” ujar Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2024).
Gus Miftah menuai kecaman publik usai sebuah video viral di media sosial memperlihatkan dirinya mengolok-olok seorang pedagang es teh. Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat berbicara kepada pedagang es teh yang berdiri membawa dagangannya di antara jemaah saat pengajian di Magelang, Jawa Tengah.
“Es teh mu sih ekeh (masih banyak) enggak?” tanya Gus Miftah, dikutip dari video yang beredar. Alih-alih membeli dagangan tersebut, ia justru melontarkan ucapan kasar. “Ya sana jual gobl*k,” katanya sambil tertawa.
Tak berhenti di situ, Gus Miftah menambahkan bahwa jika dagangan tidak laku, maka itu merupakan takdir pedagang tersebut. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak yang menilai pernyataan itu tidak pantas diucapkan, terlebih oleh seorang utusan presiden.
Budi Djiwandono menegaskan bahwa desakan masyarakat tersebut perlu menjadi masukan dan kritik yang baik. Namun, keputusan terkait jabatan Gus Miftah tetap berada di tangan Presiden Prabowo.
“Apa pun itu, kita serahkan keputusan-keputusan kalau ada, kita terima sebagai masukan dan kritik yang baik dari masyarakat. Saya kira itu,” ujarnya.
Kasus ini juga memicu komentar dari berbagai kalangan. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menyebut bahwa gaya Gus Miftah memang sering menimbulkan kontroversi, tetapi ia mengingatkan agar tidak menyakiti orang yang lemah.
Di sisi lain, banyak netizen membandingkan tindakan Gus Miftah dengan sosok lain yang lebih empati terhadap pedagang kecil. Beberapa pihak mendesak Presiden Prabowo untuk mencopot Gus Miftah agar jabatan Utusan Khusus Presiden tetap dihormati.
(N/014)
JAKARTA Kejaksaan Agung menyita lebih dari 104 ton komoditas timah milik terpidana Tamron alias Aon dalam perkara korupsi dan tindak pid
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Krisis iklim dan kerusakan lingkungan dinilai tidak lagi dapat diatasi hanya melalui pendekatan ilmiah. Dibutuhkan sinergi antar
NASIONAL
BENER MERIAH Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh memperkuat koordinasi untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
NASIONAL
MEDAN Persidangan dugaan korupsi proyek pengadaan papan tulis pintar (smartboard) Kota Tebing Tinggi mengungkap adanya dugaan aliran dan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Peradi Bersatu menegaskan putusan praperadilan yang diajukan Roy Suryo terkait kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Pre
HUKUM DAN KRIMINAL
BENER MERIAH Langkah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat struktur Jembat
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas mendorong setiap majelis taklim di Kota Medan memiliki program kerja yang nyata, berkelanjutan, dan lang
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan penataan kawasan Belawan tidak bisa lagi dilakukan secara bertahap atau parsia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membantah informasi yang menyebut istri dan anak Menteri PU Dody Hanggodo, yakni Irma Hermawati
NASIONAL
JAKARTA PT PLN (Persero) mengungkap dampak ekonomi akibat pemadaman listrik atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada
EKONOMI