Bupati Simalungun Temui Menteri Pertanian, Dapat Dukungan Bibit untuk 22.000 Hektar Sawah Baru
JAKARTA Bupati Kabupaten Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (
NASIONAL
JAKARTA -Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid alias Gus Jazil, memberikan tanggapannya terkait polemik yang melibatkan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah. Penceramah kondang itu mendapat kecaman publik setelah mengolok-olok penjual es teh bernama Sunhaji dalam sebuah acara pengajian di Magelang, Jawa Tengah.
Gus Jazil menilai bahwa pernyataan Gus Miftah yang mengolok-olok penjual es teh tersebut terjadi karena kelalaian dan kontrol diri yang hilang. “Mungkin lepas kontrol saja ya, karena Gus Miftah ini kan dikenal sebagai kiai yang urakan,” kata Gus Jazil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2024). Gus Jazil menjelaskan bahwa meskipun Gus Miftah memiliki gaya dakwah yang keras, tidak seharusnya hal tersebut diperlihatkan kepada orang-orang yang dianggap lemah.
Lebih lanjut, Gus Jazil mengingatkan Gus Miftah untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan komentar, terutama yang bisa menyinggung atau merendahkan orang lain. “Ya itu gayanya kan, gaya Gus Miftah begitu. Tapi jangan juga diumbar ke orang lemah, pasti publik nggak suka,” tegas Gus Jazil. Ia menganggap bahwa meskipun sebagian orang mungkin menyukai gaya bicara yang lugas, hal itu tidak seharusnya disampaikan kepada orang yang berada di posisi lebih rendah.
Pernyataan Gus Miftah tentang penjual es teh yang tidak pantas tersebut telah menuai kecaman dari masyarakat. Dalam sebuah video yang viral, terlihat Gus Miftah mengolok-olok Sunhaji yang masih berdiri sambil membawa dagangannya. Bukannya membeli atau membantu menjual dagangannya, Gus Miftah malah melontarkan komentar kasar kepada pedagang tersebut. “Es teh mu sih ekeh (masih banyak) nggak?” katanya dengan nada merendahkan.
Selain itu, Gus Miftah juga mengatakan bahwa takdir pedagang jika dagangannya tidak laku. Komentar tersebut dinilai menyakitkan hati Sunhaji dan juga menyinggung perasaan banyak orang yang menyaksikan kejadian itu. “Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah takdir,” ujarnya.
Sebagai respons, publik mendesak Gus Miftah untuk meminta maaf atas tindakan tersebut. Banyak yang berharap bahwa ia melakukan introspeksi atas perbuatannya yang bisa merusak citra dirinya sebagai seorang tokoh agama.
(N/014)
JAKARTA Bupati Kabupaten Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (
NASIONAL
SIMALUNGUN Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke127 di Kabupaten Simalungun resmi ditutup Rabu (11/3/2026). Upacara penutupan
NASIONAL
MEDAN Percepatan revitalisasi Stadion Teladan Medan menjadi sorotan publik, seiring peluang Provinsi Sumatera Utara menjadi tuan rumah P
OLAHRAGA
BANDA ACEH Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di lapangan Mapolda
NASIONAL
JAKARTA Indonesia masih mengandalkan impor minyak mentah dari beberapa negara untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Meski begitu, pe
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, terkait kasus dugaan korupsi kuot
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Direktur Teknik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Hosadi Apriza menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan kapa
HUKUM DAN KRIMINAL
PONTIANAK Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) berhasil mena
HUKUM DAN KRIMINAL
SOLO Peneliti forensik digital, Rismon Sianipar, menemui Presiden ke7 Joko Widodo di Solo, Kamis (12/3/2026), dalam rangka menyelesaika
NASIONAL
DUMAI Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Dumai, Riau, Tika Plorentina (26), ditemukan tewas bersimbah darah di kontrakannya, Kamis
HUKUM DAN KRIMINAL