Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 2 PJU dan 5 Kapolres, Ini Daftar Pejabat Barunya
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) dua pejabat utama (PJU) dan lima kapo
NASIONAL
DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa Bali tidak akan mentoleransi perilaku warga negara asing (WNA) yang melanggar aturan dan berpotensi merusak citra pariwisata.
Hal ini disampaikan dalam Apel Gelar Satgas Patroli Imigrasi di Wilayah Bali Tahun 2025 yang berlangsung di Lapangan Makodam IX/Udayana, Denpasar, pada Sabtu (30/8) pagi.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi sinergi antara berbagai elemen, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Imigrasi, Bea Cukai, Balai Karantina, Satpol PP, desa adat, serta masyarakat Bali, yang telah bekerja keras menjaga keamanan dan ketertiban Pulau Dewata. Ia menyebutkan bahwa apel ini menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi dalam menangani maraknya pelanggaran yang dilakukan oleh WNA di Bali.
Gubernur Koster mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus-kasus perilaku tidak pantas yang dilakukan wisatawan asing, seperti pelecehan terhadap tempat suci, berkendara ugal-ugalan, investasi ilegal, penyalahgunaan izin tinggal, hingga narkoba. Menurutnya, Bali tidak akan mentoleransi hal tersebut.
"Bali harus menunjukkan kepada dunia bahwa kami tidak mentoleransi pelanggaran ini. Penindakan tegas harus dilakukan agar memberikan efek jera kepada pelanggar dan menjaga citra pariwisata Bali," ujar Koster.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Bali sebagai destinasi wisata internasional tidak lepas dari kerjasama erat antara pemerintah, aparat penegak hukum, desa adat, dan masyarakat Bali. Pada tahun 2024, Bali mencatatkan kedatangan 6,3 juta wisatawan mancanegara dan 10,1 juta wisatawan nusantara, yang memperkuat posisi Bali sebagai destinasi favorit di dunia.
Gubernur Koster mengingatkan semua pihak bahwa upaya menjaga Bali harus sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam kerangka Bali Era Baru. Visi ini menekankan pentingnya kesucian dan keharmonisan alam, manusia, serta budaya Bali berdasarkan kearifan lokal Sad Kerthi dan prinsip Tri Hita Karana.
Mengakhiri arahannya, Gubernur Koster mengajak agar apel serupa ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya serta lebih dipadukan dengan program Pemprov Bali, Polda Bali, dan peran aktif pecalang serta bankamda di desa adat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua unsur untuk menjaga Bali agar tetap aman, nyaman, dan menjadi destinasi wisata yang aman di mata dunia.
"Kita harus bekerja sama dengan semangat manyama braya, gilik-saguluk, parasparo, dan salunglung sabayantaka, agar Bali tetap ajeg, aman, dan nyaman," pungkas Gubernur Koster.*
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) dua pejabat utama (PJU) dan lima kapo
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengaku kerap diingatkan oleh stafnya agar menyampaikan pidato sesuai dengan teks yang telah disiapkan
NASIONAL
JAKARTA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap salah satu faktor yang diduga memicu kasus keracunan dalam program Makan Bergi
KESEHATAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau Dito Ariotedjo
HUKUM DAN KRIMINAL
PANDEGLANG Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak saat melakukan pelipu
PERISTIWA
MEDAN Hujan deras yang mengguyur Kota Medan, Sumatera Utara, pada Rabu malam, 9 September 2026, menyebabkan sejumlah wilayah terendam ba
PERISTIWA
DELI SERDANG Juli Hartuti (49), mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, menggugat Bupati Deli
HUKUM DAN KRIMINAL
CIREBON Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkap sejumlah faktor yang dapat memicu perceraian dalam rumah tangga. Menurut dia, persoalan
NASIONAL
KARO Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada pertengahan Agustus 2026 terus mendapat p
KESEHATAN
KARO Siswi SMK Bersama Berastagi berinisial FP, 16 tahun, yang sebelumnya menjadi korban dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gr
KESEHATAN