Lonjakan Harga Plastik Hantam UMKM, DPR Soroti Dampak Konflik Global
JAKARTA Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyoroti lonjakan harga plastik yang mulai berdampak pada pelaku usaha mikro, keci
EKONOMI
TEBING TINGGI – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara merilis hasil pemeriksaan keuangan Pemerintah Kota Tebing Tinggi Tahun Anggaran (TA) 2024 yang menunjukkan kondisi keuangan daerah dalam keadaan terganggu.
Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor 50.B/LHP/XVIII.MDN/05/2025, tertanggal 23 Mei 2025, BPK menyebutkan bahwa penganggaran pendapatan daerah tahun 2024 dinilai tidak rasional sehingga menyebabkan PemkoTebing Tinggi kekurangan sumber pendanaan untuk menutupi belanja yang telah dianggarkan.
Baca Juga:Laporan Realisasi Anggaran (LRA) periode Januari–Desember 2024 mencatat defisit sebesar Rp12,6 miliar.
Meski terdapat penerimaan pembiayaan dari SILPA tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp27,7 miliar, namun SILPA akhir 2024 hanya tersisa Rp15,1 miliar.
Lebih mengkhawatirkan lagi, posisi Treasury Deposit Facility (TDF) Tebing Tinggi pada 2024 tercatat nihil, menunjukkan kemampuan pendanaan riil Pemko sangat rendah.
Sementara itu, kewajiban jangka pendek yang harus dilunasi hingga 31 Desember 2024 mencapai Rp22,8 miliar.
Pengamat kebijakan publik dan anggaran, Ratama Saragih, menilai temuan BPK tersebut mencerminkan lemahnya manajemen fiskal PemkoTebing Tinggi.
Menurutnya, rasio solvabilitas 2024 hanya mencapai 0,70 atau di bawah satu.
"Artinya, PemkoTebing Tinggi belum memiliki kemampuan memadai untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Mereka justru harus menggunakan realisasi pendapatan tahun berikutnya, yakni 2025, untuk menutup kewajiban tahun 2024," jelas Ratama, yang juga menyandang sertifikat Aspek Hukum dalam Pemeriksaan Keuangan Negara.
Baca Juga:Di tengah kondisi keuangan yang tidak sehat tersebut, PemkoTebing Tinggi melalui Dinas Pendidikan tetap melaksanakan mega proyek pengadaan Smartboard senilai Rp14 miliar.
Ratama menilai kebijakan itu janggal. "Kewajiban jangka pendek tahun 2024 saja tidak mampu dibayar, tapi Pemko masih ngotot membelanjakan Rp14 miliar untuk Smartboard. Ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai adanya tekanan atau kepentingan pihak tertentu," katanya.
BPK sendiri dalam laporannya menegaskan bahwa PemkoTebing Tinggi tidak memperhatikan ketersediaan dana dalam menganggarkan belanja.
Kondisi ini, menurut Ratama, semestinya menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan APBD-P Tahun Anggaran 2025.
Ratama menambahkan, keanehan dalam pengambilan keputusan anggaran tersebut bisa mengindikasikan adanya praktik tidak wajar.
"Kalau aparat penegak hukum (APH) tidak berani membongkar proyek Smartboard ini, maka bisa dipastikan ada indikasi korupsi sistematis yang melibatkan pemegang kekuasaan tertentu," ujarnya menegaskan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PemkoTebing Tinggi maupun Dinas Pendidikan belum memberikan keterangan resmi terkait temuan BPK dan sorotan publik mengenai proyek Smartboard tersebut.*
Baca Juga:
JAKARTA Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyoroti lonjakan harga plastik yang mulai berdampak pada pelaku usaha mikro, keci
EKONOMI
JAKARTA Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan Indonesia siap menghadapi potensi krisis pangan global dengan cadangan beras ya
EKONOMI
BANDA ACEH Sekretaris Daerah Aceh membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Seminar Nasional yang digelar Asosiasi Media Siber In
NASIONAL
BATU BARA Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menghadiri kegiatan Silaturahmi Syawal 1447 Hijriah yang dirangkaikan denga
POLITIK
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan terus berinovasi memperkuat pelayanan publik dengan meluncurkan nomor WhatsApp resmi untuk pengaduan
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke54 tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK menggelar kegiat
KESEHATAN
MANADO Seleksi awal Pemilihan Remaja Teladan GMIM Wilayah Manado Winangun Tahun 2026 resmi digelar di GMIM Kasih Kristus, Minggu (12/4/202
PENDIDIKAN
PADANG LAWAS Tim Opsnal Polsek Sosa, Polres Padang Lawas (Palas), mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Dal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) mulai melakukan penjangkauan atau rekrutmen siswa Sekolah Rakyat (SR) untuk tahun ajaran 2026/2027 d
NASIONAL
TAPANULI SELATAN Polisi menemukan barang bukti baru dalam kasus dugaan pembunuhan seorang pedagang yang ditemukan tewas di Tempat Pemakama
HUKUM DAN KRIMINAL