"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
JAKARTA -Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, mengklaim bahwa mereka seharusnya memenangkan Pilkada Jakarta 2024 dengan perolehan suara lebih dari 52 persen. Klaim ini disampaikan Dharma Pongrekun dalam sebuah pernyataan yang menyoroti dugaan adanya kecurangan selama proses pemilihan, termasuk praktik serangan fajar.
Dharma Pongrekun menilai bahwa dalam pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024, terdapat banyak kecurangan yang dilakukan oleh paslon lain untuk meraup suara. Salah satu praktik yang dianggapnya mencurigakan adalah serangan fajar, yaitu pemberian uang atau materi lainnya kepada pemilih menjelang waktu pencoblosan untuk mendukung paslon tertentu. Dharma juga menyebutkan bahwa sejumlah suara dari masyarakat Jakarta yang tidak bisa datang ke TPS atau golput (golongan putih) seharusnya menjadi suara untuk pasangan Dharma-Kun.
“Jumlah suara Dharma-Kun seharusnya mayoritas, kita seharusnya menang. Kita mendapatkan dukungan dari pendukung yang memilih di TPS meski perolehannya hanya 10 persen, dan juga dari golput yang mencapai 46 persen, yang seharusnya memilih kami,” ujar Dharma Pongrekun, seperti dikutip dari akun Instagram @fakta.jakarta. “Ada juga suara yang hilang akibat serangan fajar. Pemilih ini sebenarnya ingin memilih kami, tetapi hak mereka telah diambil karena surat suara sudah dicoblos terlebih dahulu,” sambungnya.
Dharma Pongrekun menyinggung video viral yang beredar di media sosial terkait belasan surat suara yang sudah tercoblos oleh salah satu pasangan calon. Menurutnya, praktik ini merupakan dampak dari serangan fajar yang melibatkan pemberian sembako dan uang tunai kepada pemilih, bahkan KTP mereka diambil untuk mencoblos surat suara sebelum mereka berkesempatan memilih.
“Ini kan viral, kenapa bisa terjadi? Karena mereka sudah diberikan sembako dan uang. KTP mereka diambil, itulah yang terjadi,” tegas Dharma.
Lebih lanjut, Dharma Pongrekun menyatakan bahwa jika tidak ada kecurangan, pasangan Dharma-Kun seharusnya mendapatkan suara lebih dari 52 persen. “Angka kemenangan kita seharusnya lebih dari 52 persen, bahkan bisa jauh lebih besar lagi, karena belum ditambah kategori ketiga, yaitu serangan fajar,” ujarnya.
Menurut hasil quick count dari 8 lembaga survei yang terlibat, pasangan Pramono-Rano (Si Doel) memperoleh suara rata-rata 50 persen, diikuti oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono dengan 40 persen, sementara pasangan Dharma-Kun hanya memperoleh sekitar 10 persen.
(N/014)
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Per
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika terbaru terkait kebijakan t
EKONOMI
MEDAN Bulan Ramadhan menjadi momentum utama bagi umat Muslim untuk meraih pahala berlimpah.Selain menahan lapar dan dahaga, ada sejumlah
AGAMA
DELI SERDANG Perayaan Imlek Bersama seDeli Serdang Tahun 2026 M/2577 Kongzili berlangsung meriah di Kito Convention Hall, Kecamatan Tan
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus iklim investasi yang ramah lingk
PEMERINTAHAN
SITAHUIS Plh. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Ernita Naibaho, bersama mitra pem
PEMERINTAHAN
BATU BARA Polemik pengelolaan anggaran Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) KeXVII Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran
NASIONAL
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster menekankan perlunya perhatian serius terhadap kasus HIV/AIDS yang masih me
KESEHATAN
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster memberikan dukungan penuh kepada Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo
NASIONAL