BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Kementerian Transmigrasi dan Perindustrian Sinergi Kembangkan 154 Kawasan Transmigrasi

Abyadi Siregar - Sabtu, 27 September 2025 10:47 WIB
Kementerian Transmigrasi dan Perindustrian Sinergi Kembangkan 154 Kawasan Transmigrasi
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Perindustrian, yang turut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, di Jakarta, Jumat (26/9) (Foto: Muh
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA, – Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Perindustrian menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis pengembangan 154 kawasan transmigrasi, Jumat (26/9/2025).

Penandatanganan ini bertujuan mengintegrasikan kekuatan sumber daya transmigrasi dengan keunggulan industri, seperti modal, teknologi, dan akses pasar, guna mendorong terbentuknya sentra industri baru di kawasan transmigrasi.

Baca Juga:
Acara penandatanganan disaksikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Jakarta.

"Tadi sudah kita saksikan bersama penandatanganan MoU antara dua kementerian yang strategis, karena berbicara Indonesia masa depan tidak terlepas dari seberapa maju dan berkembang industrinya," kata Menko AHY.

Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi menuju 8 persen membutuhkan industri yang kuat dan mandiri, yang harus dikawal bersama-sama.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyebut kerja sama ini merupakan bagian dari program Trans Gotong Royong.

"Kementerian Transmigrasi membutuhkan mitra industri karena mereka memiliki tiga keunggulan, yakni akses permodalan, teknologi, dan posisi sebagai offtaker. Sementara kekuatan transmigrasi adalah lahan dan tenaga kerja," ujarnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, kerja sama ini mencakup pengembangan industri di kawasan transmigrasi, pemberdayaan masyarakat dan sumber daya lokal, serta pengembangan SDM demi tercapainya kawasan transmigrasi yang terintegrasi dengan basis industri.

Ia menyebut nota kesepahaman ini sejalan dengan visi besar Presiden melalui Asta Cita, khususnya nomor 5 dan 6 terkait hilirisasi industri dan pembangunan dari desa.

Baca Juga:
Menko AHY mengapresiasi kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mengoptimalkan potensi ekonomi Indonesia di tengah tekanan ekonomi global.

Ia juga menyinggung program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang melibatkan 2.000 peneliti dari berbagai universitas untuk melakukan riset dan pemetaan potensi kawasan transmigrasi.

"Link and match antara kampus, industri, dan pengelola kawasan transmigrasi ini diharapkan hadirkan sentra-sentra pertumbuhan baru, memperkuat industri, meningkatkan kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat transmigran serta lokal," pungkas Menko AHY.*

(KM/P)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPR Kaji Pembentukan Badan Komoditas Strategis dalam RUU, Ada Potensi Tumpang Tindih Kewenangan
Kementerian Transmigrasi Targetkan 2.000 Penerima Beasiswa Patriot untuk Pemimpin Masa Depan
Program 3 Juta Rumah Berpotensi Dongkrak Industri Semen, Namun Tantangan Pasokan Masih Ada
Kementerian Transmigrasi Dapat Dukungan Penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi untuk Kembangkan Ekosistem Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi
Apple Bahas Rencana Investasi dan Perpanjangan TKDN dengan Pemerintah Indonesia
Kementerian Transmigrasi Apresiasi Peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden Prabowo
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru