Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
BANDA ACEH — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meninggalkan narasi perpecahan dan mulai fokus membangun Aceh yang harmonis dan sejahtera.
"Sudah bukan waktunya lagi membahas disharmoni ataupun disintegrasi. Sekarang adalah waktunya membangun," ujar Irjen Marzuki saat memberikan keterangan di Banda Aceh, Sabtu (4/10).
Menurutnya, rakyat Aceh perlu memperkuat harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat.Baca Juga:
Harmonisasi yang dimaksud mencakup keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antarelemen yang berbeda agar mampu berjalan bersama menuju kemajuan.
"Upaya menciptakan hubungan yang baik dan serasi di tengah masyarakat yang majemuk adalah kunci untuk mencapai kehidupan yang damai, sejahtera, dan saling menghormati," ujarnya.
Irjen Marzuki juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Pentahelix, yakni kerja sama antara lima pilar utama: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
Model ini dinilai sebagai strategi yang tepat untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Aceh.
Ia mencontohkan bahwa konsep kota yang harmonis sudah dicontohkan sejak era Nabi Muhammad SAW melalui pembangunan Kota Madinah yang kini dikenal sebagai konsep kota Madani, sebuah peradaban berlandaskan keadilan, toleransi, dan kemajuan.
Lebih lanjut, Irjen Marzuki mengajak masyarakat Aceh untuk meneladani nilai-nilai harmonisasi yang pernah diterapkan oleh Sultan Iskandar Muda, yang memimpin Kesultanan Aceh Darussalam pada periode 1607–1636.
"Di bawah kepemimpinannya, Aceh mencapai puncak kejayaan, menjadi kerajaan terluas dan terkaya di kawasan Selat Malaka dan wilayah barat Nusantara," jelasnya.
Ia juga menyinggung kawasan Peunayong, yang kini dikenal sebagai Pecinan Aceh, sebagai simbol keberhasilan penerapan harmonisasi dan inklusivitas pada masa itu.
"Sultan menjadikan Peunayong tempat yang aman dan nyaman bagi tamu luar negeri. Aceh menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai dan dikenal dunia," katanya.
Irjen Marzuki menegaskan bahwa nilai-nilai harmonisasi bukan sekadar bagian dari sejarah, namun juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan masa kini.
"Harmonisasi mampu menciptakan persatuan, mengurangi konflik, membangun masyarakat yang inklusif, dan meningkatkan efisiensi. Jika ini terwujud, investasi akan masuk, pabrik-pabrik dibangun, dan ekonomi daerah meningkat. Kemiskinan dan pengangguran pun akan menurun," ujarnya optimistis.
Dengan semangat kolaboratif dan rekam jejak sejarah kejayaan, Kapolda berharap Aceh mampu melangkah lebih maju, membangun peradaban yang makmur dan damai untuk generasi yang akan datang.*
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL