BREAKING NEWS
Senin, 16 Maret 2026

Panas! Bimtek Aparat Desa Padangsidimpuan di Medan Diduga Jadi Ajang Cari Cuan

Indra Saputra - Jumat, 10 Oktober 2025 19:41 WIB
Panas! Bimtek Aparat Desa Padangsidimpuan di Medan Diduga Jadi Ajang Cari Cuan
Bimtek yang diikuti aparatur desa se-Kota Padangsidimpuan di Hotel Grand Antares, Kota Medan sejak Kamis (9/10/2025) hingga Sabtu (11/10/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANGSIDIMPUAN – Di tengah dorongan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti aparatur desa se-Kota Padangsidimpuan justru menuai sorotan publik.

Sebanyak 126 peserta dari 42 desa diketahui mengikuti pelatihan di Hotel Grand Antares, Kota Medan, dengan biaya mencapai Rp5 juta per orang.

Total anggaran yang digunakan diperkirakan mencapai Rp630 juta, dengan tema pelatihan "Strategi Pengelolaan dan Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk Pelaksanaan Kegiatan Ketahanan Pangan di Desa."

Baca Juga:

Kegiatan ini digelar oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Daerah (LPMD) sejak Kamis (9/10/2025) hingga Sabtu (11/10/2025).

Informasi yang diperoleh redaksi menyebutkan, rombongan berangkat pada Kamis malam menggunakan armada bus dan membawa serta Surat Perintah Tugas (SPT).

Masing-masing desa diminta mengirim tiga perwakilan: kepala desa, pengurus BUMDes, dan anggota BPD.

Namun, mencuat isu bahwa biaya bimtek tetap harus dibayarkan, bahkan bagi peserta yang tidak hadir secara fisik.

Hal ini menambah kecurigaan publik bahwa kegiatan ini bukan sekadar untuk peningkatan kapasitas, tetapi telah bergeser menjadi ajang pengumpulan dana oleh pihak penyelenggara.

"Kalau benar wajib bayar walau tidak ikut, berarti ini bukan bimtek untuk belajar, tapi ajang cari cuan," ucap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ketimpangan antara kondisi pelatihan dan kenyataan hidup warga desa juga menjadi bahan kritikan.

Di saat aparat desa mengikuti pelatihan di hotel berbintang dengan ruangan berpendingin udara dan kasur empuk, sebagian besar warga masih harus berjuang di sawah dan ladang.

"Para perangkat desa mungkin tidur di kasur empuk, tapi warga mereka masih harus bergelut dengan lumpur sawah," kata seorang warga Padangsidimpuan dengan nada menyindir.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dana Transfer Dipangkas Rp583 Miliar, Pemprov Lampung Lakukan Efisiensi Ketat
Kejar Dugaan Korupsi Sistematis, GRADASI Desak Pemeriksaan Pihak Terkait di Kejati Lampung
Harry Pahlevi Bangga Hadiri Wisuda Almamater Polmed, Sampaikan Pesan untuk 1.963 Wisudawan
Tim Satres Narkoba Ungkap Kurir Ganja, Petugas Amankan Barang Bukti 11 Gram
Tito Sentil Kepala Daerah Soal Pemangkasan Dana Transfer: Faktanya Banyak Pemborosan, Akhirnya Kena OTT
Kasus Dugaan Pemerasan ASN Padangsidimpuan: Aktivis Desak Polres Ungkap “Teman IIH” yang Diduga Wakil Wali Kota
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru