PADANGSIDIMPUAN — Penangkapan empat orang yang diklaim sebagai aktivis di Kota Padangsidimpuan atas kasus dugaan pemerasan terhadap seorang ASN berinisial IIH memicu desakan agar pihak kepolisian mengungkap identitas teman IIH yang disebut-sebut turut hadir dalam video yang menjadi dasar pemerasan itu.
Kasus ini menjadi viral setelah PolresPadangsidimpuan merilis video pres rilis melalui akun resmi Humas Polres pada Selasa malam (7/10/2025) sekitar pukul 19.10 WIB.
Dalam rilis tersebut, Kasi Humas Polres, Kimbon Sinaga, SH, menjabarkan kronologi awal dugaan kasus tersebut:
Pihak aktivis dari GEMMA PETA INDONESIA, khususnya Divisi Kemasyarakatan dan Kemahasiswaan, mendesak agar Polres bekerja secara profesional dan transparan serta tidak menyembunyikan identitas yang dapat membawa stigma negatif terhadap pejabat publik.
"Kami minta PolresPadangsidimpuan membuka siapa teman IIH. Jangan sampai ada pengetahuan yang disembunyikan yang bisa mencoreng nama seseorang," tutur Palaon Harahap, aktivis GEMMA PETA.
Dalam persiapan aksi unjuk rasa yang direncanakan pada Jumat 10 Oktober 2025, sekitar 15 organisasi aktivis menyatakan akan melakukan aksi di Kantor Wali Kota Padangsidimpuan dan Mapolres Padangsidimpuan.
Tuntutannya adalah klarifikasi dari Wakil Wali Kota terkait video dan penanganan kasus ini secara terang-benderang.
Menurut Palaon, pihaknya sempat memperoleh screenshot percakapan antara pelaku berinisial DS dan IIH, di mana IIH diduga melakukan upaya suap agar video dihapus.