Sartono mengatakan, penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara merupakan langkah strategis jangka pendek yang perlu dipertimbangkan secara matang untuk mengurangi ketergantungan terhadap dinamika global.
"Penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara dapat dipertimbangkan sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional," kata Sartono di Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, sektor batu bara dinilai lebih memungkinkan untuk menerapkan transaksi berbasis rupiah dibandingkan minyak dan gas, karena Indonesia memiliki cadangan serta produksi domestik yang besar dan stabil.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat skema DMO pada batu bara lebih efisien serta berpotensi memperkuat kedaulatan energi nasional.
"Batu bara lebih realistis diterapkan dibandingkan minyak dan gas karena pasokan domestik kita sangat kuat," ujarnya.
Sementara itu, untuk sektor minyak dan gas, Sartono menilai penerapan transaksi dalam rupiah lebih kompleks karena masih sangat bergantung pada harga dan dinamika pasar global.
Ia menambahkan, kebijakan penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem energi nasional secara berkelanjutan.*
(oz/dh)
Editor
: Adam
DPR Dorong Transaksi Batu Bara DMO Gunakan Rupiah, Dinilai Perkuat Ketahanan Energi Nasional