BREAKING NEWS
Sabtu, 26 September 2026

OJK Pastikan Tak Ada Bank Rush Imbas Perang Timur Tengah, Perbankan RI Tetap Stabil

Adelia Syafitri - Sabtu, 25 April 2026 16:09 WIB
OJK Pastikan Tak Ada Bank Rush Imbas Perang Timur Tengah, Perbankan RI Tetap Stabil
ilustrasi. (Foto: menpan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan tidak terjadi aksi penarikan dana besar-besaran (bank rush) di Indonesia meski konflik di Timur Tengah memanas. Kondisi perbankan nasional dinilai tetap stabil dan terjaga.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan dampak langsung konflik tersebut terhadap sektor perbankan domestik sangat terbatas.

"Kami memandang potensi bank rush sangat insignifikan atau bahkan tidak ada karena situasi politik, keamanan, dan ekonomi Indonesia sangat kondusif," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, kondisi permodalan perbankan masih kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) per Februari 2026 tercatat sebesar 25,83%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berada di level 2,17% dengan cadangan kerugian yang tetap stabil.

Dari sisi likuiditas, indikator perbankan juga berada dalam kondisi aman. Rasio AL/DPK dan AL/NCD masih di atas ambang batas masing-masing 10% dan 50%. Selain itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 84,72%, masih dalam rentang sehat 78%-92%.

Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) perbankan berada di level tinggi, yakni 195,64%, yang menunjukkan kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek.

OJK menilai, bank rush umumnya dipicu oleh turunnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Namun, kondisi saat ini dinilai masih kondusif sehingga potensi tersebut dapat ditekan.

Untuk menjaga stabilitas, OJK terus memantau perkembangan risiko serta meminta perbankan menerapkan manajemen risiko secara menyeluruh. Selain itu, OJK dan perbankan juga rutin melakukan stress test untuk mengantisipasi potensi guncangan ekonomi.

"Hasil stress test menunjukkan permodalan perbankan masih memadai untuk menghadapi risiko dari perubahan kondisi makroekonomi," pungkas Dian.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketahanan Energi RI Tangguh Hadapi Gejolak Global, DPR Soroti Ketergantungan Impor BBM
Kemenkes Percepat Penerbitan Sertifikat SLHS bagi 26.000 Dapur SPPG demi Jamin Keamanan Pangan
Harga Sembako Merangkak Naik, Cabai Rawit Tembus Rp64 Ribu per Kg
IHSG Anjlok 6,61 Persen Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Hampir Rp900 Triliun
Kejahatan Digital Kian Canggih, Indonesia–China Dorong Kerja Sama Pertukaran Data
Kopral Rico Pramudia Prajurit TNI Kontingen UNIFIL Gugur di Lebanon Usai Dirawat di RS Beirut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru