Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan tidak terjadi aksi penarikan dana besar-besaran (bank rush) di Indonesia meski konflik di Timur Tengah memanas. Kondisi perbankan nasional dinilai tetap stabil dan terjaga.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan dampak langsung konflik tersebut terhadap sektor perbankan domestik sangat terbatas.
"Kami memandang potensi bank rush sangat insignifikan atau bahkan tidak ada karena situasi politik, keamanan, dan ekonomi Indonesia sangat kondusif," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga:
Ia menjelaskan, kondisi permodalan perbankan masih kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) per Februari 2026 tercatat sebesar 25,83%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berada di level 2,17% dengan cadangan kerugian yang tetap stabil.
Dari sisi likuiditas, indikator perbankan juga berada dalam kondisi aman. Rasio AL/DPK dan AL/NCD masih di atas ambang batas masing-masing 10% dan 50%. Selain itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 84,72%, masih dalam rentang sehat 78%-92%.
Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) perbankan berada di level tinggi, yakni 195,64%, yang menunjukkan kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek.
OJK menilai, bank rush umumnya dipicu oleh turunnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Namun, kondisi saat ini dinilai masih kondusif sehingga potensi tersebut dapat ditekan.
Untuk menjaga stabilitas, OJK terus memantau perkembangan risiko serta meminta perbankan menerapkan manajemen risiko secara menyeluruh. Selain itu, OJK dan perbankan juga rutin melakukan stress test untuk mengantisipasi potensi guncangan ekonomi.
"Hasil stress test menunjukkan permodalan perbankan masih memadai untuk menghadapi risiko dari perubahan kondisi makroekonomi," pungkas Dian.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.