Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN- Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Binjai-Langsa masih menghadapi kendala pengadaan lahan. Kantor Staf Presiden (KSP) bersama PT Hutama Karya (Persero), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian ATR/BPN membahas langkah penyelesaian persoalan tersebut.
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di koridor Binjai-Pangkalan Brandan, khususnya pada lokasi akses menuju Pangkalan Brandan. Penyelesaian pengadaan tanah dinilai perlu segera ditindaklanjuti agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan optimal.
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk menangani kendala di lapangan, termasuk persoalan administrasi dan pengadaan tanah.
Baca Juga:
"Terkait kondisi di lokasi akses Pangkalan Brandan, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Dukungan dan sinergi antar-pemangku kepentingan diperlukan agar penyelesaian konstruksi di lokasi tersebut dapat kami laksanakan sesuai kaidah teknis dan ketentuan yang berlaku," ujar Iwan dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mendorong agar ruas Binjai-Langsa, terutama koridor Binjai-Pangkalan Brandan, dapat memenuhi seluruh kaidah teknis jalan tol sebelum periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Menurutnya, kesiapan tersebut penting untuk mendukung keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna jalan.
Selain membahas koridor Binjai-Pangkalan Brandan, Plt Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur juga meminta dukungan KSP untuk melanjutkan pembangunan ruas Pangkalan Brandan-Langsa.
Jalan Tol Binjai-Langsa direncanakan memiliki panjang sekitar 130,7 kilometer yang terbagi dalam lima seksi. Kelima seksi tersebut yakni Binjai-Stabat, Stabat-Tanjung Pura, Tanjung Pura-Pangkalan Brandan, Pangkalan Brandan-Kuala Simpang, serta Kuala Simpang-Langsa.
Dari keseluruhan koridor tersebut, sekitar 57,5 kilometer hingga Pangkalan Brandan telah beroperasi.
Sementara pembangunan menuju Kuala Simpang dan Langsa terus dipersiapkan untuk melanjutkan konektivitas jalan tol dari Sumatera Utara menuju Aceh.
Jika seluruh ruas tersambung hingga Langsa, jalan tol tersebut diharapkan memperkuat konektivitas wilayah utara Sumatera. Infrastruktur itu juga diharapkan dapat mempercepat waktu perjalanan, memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
Pembangunan Tol Binjai-Langsa menjadi bagian dari pengembangan jaringan JTTS yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi di sepanjang koridor Sumatera Utara-Aceh.* (d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.