BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Gubernur Sumut Gandeng NGO, Perkuat Konservasi Hutan dan Keanekaragaman Hayati

Abyadi Siregar - Senin, 27 Oktober 2025 17:07 WIB
Gubernur Sumut Gandeng NGO, Perkuat Konservasi Hutan dan Keanekaragaman Hayati
Gubsu Bobby Nasution menandatangani MoU dengan sejumlah NGO di bidang lingkungan, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (27/10/2025). (foto: Diskominfo Sumut / YT Hariono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (NGO) di bidang lingkungan.

Penandatanganan ini bertujuan memperkuat kolaborasi pemerintah dan NGO dalam upaya konservasi serta perlindungan keanekaragaman hayati di kawasan hutan Sumut.

Tiga NGO yang ikut menandatangani MoU adalah Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa (TaHuKah), Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), dan Yayasan Pelestari Ragam Hayati dan Cipta Fondasi (PRCF), yang tergabung dalam NGO Batang Toru.

Baca Juga:

Bobby Nasution berharap kerja sama ini dapat memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

"Berbicara hutan, tentu juga berbicara pemanfaatannya. Apa yang dilakukan TaHuKah, YEL, dan PRCF sangat luar biasa, karena mereka membuat skema kerja sama dengan masyarakat untuk menjaga hutan," ujar Bobby usai penandatanganan di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (27/10/2025).

Gubernur juga menekankan pentingnya peran daerah dalam mendukung target nasional menuju net zero emission pada 2060.

"Sumut bisa menjadi contoh dalam pencapaian net zero emission 2060, bahkan saya berharap kita bisa mencapainya lebih cepat, di tahun 2045. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan NGO sangat penting," tambahnya.

Direktur TaHuKah, Erwin Alamsyah Siregar, menjelaskan pihaknya tengah mengembangkan skema kompensasi bagi masyarakat lokal yang berhasil menjaga kawasan hutannya.

Selain itu, mereka bersama NGO lainnya juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program agroforestri.

"Kita ada skema kompensasi kepada masyarakat yang berhasil menjaga hutannya di Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT). Ada juga agroforestri yang hasilnya, seperti kopi, sudah masuk ekspor. Ini dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan," ujar Alamsyah Siregar.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua YEL Kusnadi, Koordinator Landscape PRCF Sabarudin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut Heri Wahyudi Marpaung, Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, serta sejumlah perwakilan OPD terkait.*


Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Genjot Pelatihan Koperasi Merah Putih, Target 2026 Beroperasi di Seluruh Desa
Wagub Sumut Pastikan Harga Pokok Stabil Jelang Nataru: Operasi Pasar Siap Digelar
Mahkota Cenderawasih Dibakar di Papua, Menhut Raja Juli Antoni Minta Maaf Secara Terbuka
250 Tenda Penambang Ilegal Terpantau di Kaki Gunung Halimun, Menteri Kehutanan Perintahkan Penertiban
Puncak Indonesia Masters Super 100 II 2025, Bobby Nasution Siap Jadikan Sumut Pusat Olahraga Nasional
Transisi Energi Pro-Rakyat, Pemerintah Kembangkan PLTSa, Biogas, dan Biomassa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru