Guru-guru di sekolah tersebut menerapkan pendekatan khusus agar Merlin bisa mengejar ketertinggalannya. "Merlin tipe yang tidak nyaman kalau ramai, jadi kami bimbing one on one tiap hari di perpustakaan," kata Sinta.
Setelah empat bulan, kemajuan Merlin mulai terlihat. Ia kini sudah hafal huruf vokal dan mulai mengenali huruf konsonan meski masih terbalik-balik.
SRMA 29 Jayapura merupakan bagian dari program sekolah rakyat berasrama gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memberi kesempatan bagi anak-anak kurang mampu di daerah pelosok untuk meraih pendidikan layak dan masa depan lebih baik.
Bagi Merlin, sekolah rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi rumah baru yang menumbuhkan harapan. Kini, bersama 99 siswa lainnya, ia berjuang keluar dari belenggu kemiskinan dan kebodohan, menuju masa depan yang lebih cerah.
"Sekolah rakyat ini menjadi wujud nyata dari tekad Presiden Prabowo untuk memuliakan wong cilik, menjangkau yang tidak terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin — terutama bagi anak-anak dari tanah Papua," tutup Sinta penuh haru.*